JAKARTA — Dua kategori bergengsi berhasil dibawa pulang oleh Provinsi Kalimantan Utara dalam malam puncak Anugerah Adinata Syariah 2026 yang digelar di Auditorium Bank Mega, Jakarta. Penghargaan itu diraih berkat komitmen Pemprov Kaltara dalam mengimplementasikan kebijakan yang selaras dengan Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029.
Gubernur Zainal Paliwang didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., menerima penghargaan untuk kategori Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah serta The New Emerging Sharia Economic Region. Ajang ini diinisiasi oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama CNN Indonesia.
Apa Saja yang Dinilai dalam Dua Kategori Ini?
Kategori Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah menilai sejauh mana pemerintah daerah mampu meningkatkan pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk keuangan berbasis syariah. Sementara itu, kategori The New Emerging Sharia Economic Region diberikan kepada daerah yang dinilai paling progresif dalam mengembangkan kawasan ekonomi syariah baru.
Pencapaian ini tidak lepas dari sejumlah program strategis yang telah dijalankan Pemprov Kaltara. Ke depan, pemerintah daerah akan terus mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), meningkatkan literasi keuangan syariah, serta mengoptimalkan instrumen keuangan sosial untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Wapres Ma'ruf Amin: Sektor Keuangan Syariah Tumbuh di Atas Rata-Rata Nasional
Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI ke-13 K.H. Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa sektor keuangan syariah nasional menunjukkan kinerja tahunan yang kuat. “Total aset keuangan syariah tumbuh 10,6 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan sektor keuangan nasional sebesar 10 persen,” ujarnya.
Ia merinci, hingga Maret 2026 total aset keuangan syariah mencapai Rp10.542 triliun. Angka ini telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan rasio aset keuangan syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 52 persen, lebih tinggi dari target 45,38 persen.
Ma'ruf Amin berharap Anugerah Adinata Syariah tidak sekadar menjadi seremoni pemberian penghargaan. Ia mendorong agar ajang ini mampu memacu penguatan ekonomi dan keuangan syariah di seluruh daerah, termasuk di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara.
Bagi Kaltara, Penghargaan Ini Bukan Sekadar Piala
Bagi Pemprov Kaltara, dua penghargaan ini menjadi bukti bahwa kebijakan yang diambil selama ini berada di jalur yang tepat. Gubernur Zainal Paliwang menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat program-program strategis yang sudah berjalan, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM dan penguatan literasi syariah di kalangan masyarakat.
“Ini adalah pengakuan atas kerja keras semua pihak. Kami akan terus mendorong agar ekonomi syariah tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Kaltara,” ujar Gubernur dalam sambutannya usai menerima penghargaan.