MALINAU — Gelar juara umum yang diraih Kabupaten Bulungan maupun predikat juara 1 di masing-masing cabang lomba MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara belum menjadi tiket otomatis menuju MTQ tingkat nasional di Semarang, Jawa Tengah. Ketua LPTQ Kaltara, Sanusi, menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar seleksi ulang untuk memastikan hanya kafilah dengan kemampuan terbaik yang dikirim mewakili provinsi.
“Seluruh calon kafilah masih akan mengikuti proses seleksi yang dilakukan oleh LPTQ Provinsi Kaltara,” ujar Sanusi di Malinau, Jumat. Mekanisme ini, menurutnya, bertujuan untuk menjaga kualitas dan daya saing peserta Kaltara di pentas nasional.
Mengapa Juara 1 Belum Cukup untuk ke Nasional?
Sanusi menjelaskan bahwa seleksi internal menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan mental dan kemampuan teknis para peserta. Ia meminta seluruh LPTQ kabupaten/kota terus melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap para juara agar siap bersaing di level yang lebih tinggi.
“Karena juara-juara 1 tidak langsung secara otomatis mewakili Kaltara di MTQ Tingkat Nasional, saya meminta seluruh LPTQ kabupaten/kota terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan terhadap para peserta agar siap bersaing dan mampu mengharumkan nama Kaltara,” tegasnya.
MTQ Bukan Sekadar Lomba, Tapi Pembentukan Karakter
Dalam sambutan penutupan yang diwakili Sanusi, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca, menghafal, memahami, maupun menulis Al-Quran. Kegiatan ini menjadi sarana strategis membumikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan utama MTQ bukan hanya melahirkan para juara, tetapi juga mencetak generasi qurani yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” kata Sanusi. Pembinaan berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga kualitas peserta, baik yang sudah juara maupun yang masih dalam proses belajar.
Apresiasi untuk Tuan Rumah Malinau
Pemerintah Provinsi Kaltara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang menyukseskan acara, terutama Pemerintah Kabupaten Malinau selaku tuan rumah. Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah sebagai sebuah kehormatan sekaligus amanah.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Dukungan Pemkab Malinau terhadap MTQ merupakan bagian dari upaya mewujudkan program prioritas daerah, yakni membangun sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berkarakter.
Pemkab Malinau juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kafilah dan masyarakat Kaltara jika masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan. “Apabila di kemudian hari kami kembali mendapat kesempatan yang sama, insya Allah kami akan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” pungkas Jakaria.