TANJUNG SELOR — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara H. Denny Harianto menerima audiensi TVRI Kaltara di kantornya, Jumat (25/10/2026), untuk membahas persiapan Symphony de Benuanta. Pertemuan itu membahas rangkaian acara yang akan dipusatkan di Lapangan Agatish, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Denny menilai gagasan acara kreatif semacam ini penting di tengah tekanan fiskal daerah. Menurut dia, ide-ide baru dari komunitas dan lembaga penyiaran bisa menjaga semangat warga membangun Kaltara meski anggaran pemerintah sedang diketatkan.
"Hal-hal seperti ini sebetulnya yang ingin kita lihat di Kaltara, muncul ide-ide yang betul-betul bisa membangkitkan semangat kembali, walaupun di tengah-tengah efisiensi APBD," ujarnya.
Panggung Seni Budaya hingga Promosi UMKM
Symphony de Benuanta disusun sebagai ruang tampil bagi pelaku seni dan komunitas kreatif di Kaltara. Rangkaian acara juga memuat pengenalan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Bagian lain yang tak kalah penting: promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah. TVRI Kaltara menyiapkan arena bagi UMKM daerah untuk memasarkan dagangan selama sepekan pergelaran berlangsung.
Pemprov Kaltara berharap ajang ini ikut menggerakkan ekonomi daerah. Pelaku usaha kecil mendapat kesempatan menjangkau pembeli di luar jaringan biasa mereka, sementara komunitas seni memperoleh panggung yang lebih besar.
Kolaborasi Jadi Kunci Menurut Sekprov Kaltara
Denny menekankan bahwa pembangunan Kaltara tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan warga dinilai sebagai fondasi yang perlu terus dirawat.
"Ke depan, kita perlu memperkuat silaturahmi, memperkuat kolaborasi. Semuanya harus mencintai Kaltara," tegasnya.
Pernyataan itu sejalan dengan posisi acara sebagai momentum mempererat kebersamaan warga Bumi Benuanta. Pemprov Kaltara menyebut Symphony de Benuanta diharapkan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap daerahnya dalam rangka peringatan HUT ke-14 Kaltara.
Jadwal dan Lokasi Pergelaran
Pergelaran berlangsung tujuh hari, 19-25 Oktober 2026, di Lapangan Agatish, Tanjung Selor. Lokasi itu berada di pusat Kabupaten Bulungan yang menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Utara.
TVRI Kaltara selaku penggagas belum merinci susunan acara per hari. Namun kerangka besarnya sudah jelas: pertunjukan seni, kreativitas masyarakat, dan promosi produk UMKM lokal.
Dukungan Pemprov Kaltara lewat audiensi ini menjadi sinyal bahwa acara akan melibatkan lintas pihak. Warga Tanjung Selor dan sekitarnya bisa menyiapkan diri untuk agenda budaya terbesar di Kalimantan Utara pada Oktober 2026.