NUNUKAN — Penangkapan bermula dari laporan warga soal dugaan pemberangkatan calon PMI lewat jalur tidak resmi dari Nunukan menuju Malaysia melalui Sebatik. Komandan KP Balam-4017 AKP Capt Erwin Saputra menyebut informasi itu ditindaklanjuti dengan pemantauan di Dusun Tanah Merah, Desa Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan.
Sekitar pukul 20.30 WITA, petugas bergerak setelah speedboat dari Tarakan tiba di lokasi. Sejumlah orang langsung diamankan untuk pemeriksaan awal, termasuk JI yang belakangan mengaku berperan sebagai perekrut dan pengantar.
Rute Nunukan–Sebatik–Malaysia yang Direncanakan Perekrut
Dari pemeriksaan awal, perjalanan calon PMI dirancang melewati Dermaga Kandang Babi di Nunukan, lalu menyeberang ke Pelabuhan Bambangan di Sebatik. Dari pulau itu, para calon pekerja migran diduga akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia.
Erwin menegaskan peran JI masih didalami penyidik. "Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas, pria tersebut mengaku berperan sebagai perekrut dan pengantar calon PMI dari Nunukan menuju Sebatik. Keterangan itu masih didalami dalam proses penanganan perkara, untuk memperjelas peran yang bersangkutan dalam rencana pemberangkatan tersebut," ujarnya, Jumat (30/10).
Ponsel dan Tangkapan Layar Percakapan Jadi Barang Bukti
Petugas menyita satu unit telepon seluler Samsung Galaxy A05 berwarna hijau dan selembar hasil cetak tangkapan layar percakapan. Isi percakapan diduga menghubungkan JI dengan seseorang yang disebut sebagai bos di Malaysia.
"Telepon seluler dan hasil cetak tangkapan layar percakapan turut kami amankan sebagai barang bukti. Percakapan diduga berkaitan dengan aktivitas yang sedang kami tangani. Sehingga akan didalami lebih lanjut untuk mengetahui hubungan komunikasi serta keterkaitannya dengan rencana pemberangkatan calon PMI," jelas Erwin.
JI bersama calon PMI dan seluruh barang bukti dibawa ke Pos Polairud di Jalan Sukanto, Nunukan, untuk menjalani pemeriksaan.
Kasus Naik ke Penyidikan, Jerat TPPO dan Penempatan Ilegal
Hasil gelar perkara meningkatkan penanganan kasus ke tahap penyidikan. Penyidik menjerat dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan/atau penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal.
Nunukan menjadi salah satu titik rawan pemberangkatan PMI nonprosedural karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Jalur laut menuju Sebatik dan kawasan perbatasan kerap dipakai jaringan perekrut untuk menghindari pemeriksaan resmi.
Polairud belum menyebut berapa jumlah calon PMI yang diamankan dalam penggerebekan tersebut. Pendalaman terhadap isi percakapan di ponsel JI disebut akan menentukan apakah ada pihak lain yang turut terlibat dalam rencana pemberangkatan.