Pencarian

Festival Budaya Irau Malinau Ke-12 Serap 34.636 Pengunjung, Perputaran Uang Tembus Rp 9,94 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 • 06:46:31 WIB
Festival Budaya Irau Malinau Ke-12 Serap 34.636 Pengunjung, Perputaran Uang Tembus Rp 9,94 Miliar
Pengunjung memadati arena Panggung Budaya Padan Liu' Burung selama Festival Budaya Irau Malinau Ke-12 yang berlangsung 20-26 Oktober 2026.

MALINAU — Pemkab Malinau menilai Festival Budaya Irau Ke-12 yang digelar 20-26 Oktober 2026 berhasil menggerakkan ekonomi warga. Pendataan Bappeda bersama BPS dan Politeknik Malinau mencatat 34.636 orang mendatangi arena Panggung Budaya Padan Liu' Burung sebagai lokasi utama hingga menjelang malam penutupan.

Dari Rp 2,95 Miliar Belanja Pengunjung ke Rp 9,94 Miliar Perputaran Uang

Belanja pengunjung selama festival diperkirakan mencapai Rp 2,95 miliar. Adapun total perputaran uang selama penyelenggaraan Irau Malinau 2026 tercatat Rp 9,94 miliar.

Angka itu dihimpun dari pendataan lapangan yang melibatkan tiga lembaga sekaligus, bukan sekadar estimasi panitia. "Pelaksanaan Irau Malinau tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Malinau," ujar Bupati Malinau Wempi W Mawa di Malinau, Rabu.

Masuk 125 Karisma Event Nusantara, Irau Kini Digelar Setiap Tahun

Keberhasilan Irau 2025 membuat gelaran 2026 masuk daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Status itu mengubah jadwal festival: dari semula dua tahun sekali menjadi setiap tahun.

Wempi berharap Kementerian Pariwisata terus mendukung Irau, baik lewat pendanaan maupun promosi hingga tingkat internasional. "Saya berharap dampak positif Irau tidak berhenti setelah perayaan berakhir. Peluang usaha, pengalaman dan jejaring yang telah terbentuk menjadi modal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan ekonomi lokal," katanya.

190 UMKM Terlibat, Kuliner Mendominasi

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau Sergius menyebut 190 UMKM ikut serta dalam Irau Ke-12. Rinciannya, 134 UMKM kuliner, 18 kerajinan dan batik, 16 permainan, delapan kuliner non halal, tujuh kafe, dan tujuh fesyen.

Pelaku usaha baru pun kebanjiran pembeli. "Irau Malinau kesempatan pertama saya untuk memperkenalkan produk minuman kopi dan non-kopi kepada masyarakat Malinau," ujar Yuda, pemilik usaha Circle & Co.

Yuda mengaku tak menyangka penjualannya menembus Rp 700.000 hingga lebih dari Rp 1.000.000 per hari meski baru pertama kali berpartisipasi. "Saya berharap acara seperti ini bisa lebih sering diadakan supaya UMKM lokal bisa terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat," ujarnya.

Jejaring Usaha Jadi Modal Setelah Festival Usai

Pemkab Malinau memandang jejaring antarpelaku usaha yang terbentuk selama sepekan sebagai aset jangka panjang. Sektor penginapan, transportasi, dan jasa lain ikut merasakan limpahan pengunjung.

Bagi Yuda, Irau menjadi ajang uji pasar sebelum ia membuka usaha secara permanen. "Karena ini baru pertama kali ikut dan usaha juga baru mau dibuka, jadi kami ingin mencari pasar terlebih dahulu di Irau," ungkapnya.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks