Pencarian

NTB Peringkat Ketiga IMTI 2026, Raih Dua Penghargaan Pariwisata Ramah Muslim

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 19:20:01 WIB
NTB Peringkat Ketiga IMTI 2026, Raih Dua Penghargaan Pariwisata Ramah Muslim
Nusa Tenggara Barat menempati peringkat ketiga nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index 2026.

KALIMANTAN UTARA — Nusa Tenggara Barat menempati peringkat ketiga nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index 2026 dan meraih dua penghargaan Special Recognition pada gelaran Indonesia Muslim Friendly Travel Summit di Jakarta. Capaian ini menempatkan NTB di antara 15 provinsi yang dinilai paling siap melayani wisatawan Muslim. Bagi traveler yang merencanakan liburan keluarga, hasil indeks ini bisa jadi rujukan awal memilih destinasi.

Penghargaan diterima Sekretaris Daerah NTB Abdul Chair dalam gelaran Indonesia Muslim Friendly Travel Summit, bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival ke-13 di Jakarta International Convention Center, Jumat, 16 Oktober 2026. Dua penghargaan yang dibawa pulang adalah Best Communication Performance of the Year dan Best Environment Performance of the Year.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menyebut capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan potensi pariwisata daerah. Menurutnya, NTB punya modal besar untuk berkembang sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan Muslim.

"Sebagai Pulau Seribu Masjid, NTB memiliki potensi besar menjadi destinasi pariwisata ramah Muslim unggulan. Kami berharap capaian ini semakin mendorong peningkatan kualitas destinasi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi UMKM serta masyarakat," ujarnya.

Apa Itu Indonesia Muslim Travel Index dan Mengapa Penting untuk Traveler

IMTI adalah indeks yang memetakan kesiapan daerah dalam melayani wisatawan Muslim, mulai dari ketersediaan fasilitas ibadah, kuliner halal, hingga kenyamanan lingkungan wisata. Bagi traveler, indeks ini berguna sebagai panduan awal: provinsi dengan skor tinggi umumnya punya ekosistem layanan yang lebih siap.

NTB sendiri dikenal lewat julukan Pulau Seribu Masjid. Kombinasi budaya Sasak, lanskap pantai, dan tradisi keagamaan yang kuat membuat provinsi ini kerap jadi pilihan liburan keluarga.

Posisi NTB dan 14 Provinsi Lain Penerima Penghargaan

Bank Indonesia memberikan penghargaan kepada 15 provinsi yang dinilai memiliki capaian dalam IMTI 2026. Selain NTB, penerima meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Jawa Timur, Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Riau, Jambi, dan Batam.

Daftar ini bisa jadi bahan pertimbangan saat menyusun rencana perjalanan. Provinsi-provinsi tersebut umumnya sudah punya fasilitas pendukung seperti masjid di area wisata, rumah makan halal bersertifikat, dan penginapan yang ramah keluarga.

Peluang Pasar yang Terus Tumbuh

Industri pariwisata ramah Muslim dunia diproyeksikan tumbuh dari 249 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 424 miliar dolar AS pada 2029, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 11,2 persen. Angka ini menjelaskan mengapa daerah berlomba memperbaiki layanan.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyampaikan tiga inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata ramah Muslim. Ketiganya adalah pemanfaatan IMTI untuk memetakan kesiapan daerah, penyusunan Peta Jalan Pariwisata Ramah Muslim Nasional, serta pelatihan bagi pengelola desa wisata.

Digitalisasi Layanan dan QRIS Antarnegara

BI mendorong digitalisasi lewat Indonesia Travel Pack yang dikembangkan bersama Kementerian Pariwisata dan mitra terkait. Program ini mengintegrasikan informasi destinasi, konektivitas digital, dan layanan pembayaran, termasuk pemanfaatan QRIS antarnegara.

Untuk traveler asing, kemudahan transaksi jadi nilai tambah tersendiri. Tanpa perlu menukar uang tunai dalam jumlah besar, wisatawan bisa bertransaksi langsung di pedagang kecil, warung, maupun penginapan.

Dampak bagi UMKM dan Wisatawan Lokal

Hario menegaskan pengembangan pariwisata ramah Muslim tidak berhenti pada pengejaran jumlah kunjungan. Peningkatan kualitas destinasi dan layanan perlu diikuti keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam rantai nilai pariwisata.

Penguatan sektor ini juga masuk dalam Program Prioritas Ekonomi Syariah pada RPJMN 2025–2029. Harapannya, industri halal terbuka lebih luas, lapangan kerja bertambah, dan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional ikut naik.

Bagi traveler yang ingin merasakan liburan keluarga dengan fasilitas ibadah mudah dijangkau dan kuliner halal melimpah, NTB kini punya nilai tawar lebih kuat di peta pariwisata nasional. Informasi rute, akomodasi, dan paket wisata terbaru bisa dikonfirmasi lewat dinas pariwisata setempat atau agen perjalanan resmi.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks