KALIMANTAN UTARA — PT Energi Nusantara Perkasa resmi mengoperasikan Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, setelah 13 bulan pembangunan dengan investasi US$36,93 juta. Kilang berkapasitas 40 MMSCFD ini menargetkan produksi 160 ton LPG per hari atau setara 52.800 ton per tahun, cukup untuk memenuhi 10-15 persen kebutuhan LPG Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan potensi gas dalam negeri harus dioptimalkan, termasuk untuk produksi LPG. "Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT Energi Nusantara Perkasa dalam menjalankan investasi pada hari ini. Ke depan, saya harapkan juga adalah kita bagaimana bisa melakukan konversi dengan energi-energi lain," kata Bahlil di Kilang LPG Cilamaya, Kamis (15/10).
Teknologi Pengolahan Gas di Kilang Cilamaya
Kilang ini memakai dua teknologi utama: mechanical refrigeration untuk pendinginan gas dan turbo expander untuk pengolahan gas. Keduanya menjadi bagian dari proses pemisahan komponen LPG dari gas alam.
Dalam skema pengolahannya, lean gas atau gas sisa setelah komponen LPG dipisahkan dikembalikan kepada PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Skema ini memastikan gas tetap termanfaatkan secara optimal dan menghasilkan produk bernilai tambah.
Dampak ke Pasokan LPG Jawa Barat dan Jakarta
Kebutuhan LPG untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat mencapai 1.000-1.500 ton per hari. Dengan kapasitas produksi 160 ton per hari, Kilang Cilamaya bisa memenuhi sekitar 10-15 persen konsumsi LPG di dua wilayah tersebut.
"Kalau 1.000-1.500 ton per hari, hari ini kita bisa melakukan sekitar 160 ton, itu berarti kan 10-15 persen konsumsi LPG di Jawa Barat dan DKI Jakarta dipenuhi dari kilang ini," jelas Bahlil.
Pengoperasian kilang ini diharapkan memperkuat pasokan LPG domestik, menekan kebutuhan impor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di sekitar Cilamaya. Bahlil menambahkan, PT Energi Nusantara Perkasa bisa memberikan kontribusi terbaiknya kepada negara dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Kilang LPG Cilamaya menjadi salah satu upaya mengoptimalkan pemanfaatan gas dalam negeri agar menghasilkan produk bernilai tambah dan mendukung ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas 52.800 ton per tahun, fasilitas ini menambah pasokan LPG nasional di tengah kebutuhan yang terus meningkat.