TANJUNG PALAS — Rombongan Pemkab Bulungan mendatangi beberapa titik pengerjaan fisik untuk mengecek progres sekaligus berdialog dengan kontraktor dan konsultan pengawas. Wabup Kilat didampingi Asisten II Setkab Bulungan Errin Wiranda, Kepala DPUPR Bulungan Adriani, dan tim teknis.
Monev menyasar proyek yang dibiayai anggaran daerah. Tujuannya memastikan pengerjaan sesuai spesifikasi teknis dan memberi manfaat langsung bagi warga.
Proyek Senilai Rp 8,3 Miliar di Simpang Salimbatu
Salah satu titik utama yang dipantau adalah Peningkatan Jalan dan Penanganan Longsoran Jalan Simpang Poros Salimbatu—Sei Urang. Nilai proyek itu mencapai Rp 8,3 miliar.
Di Tanjung Palas Utara, pemantauan mencakup semenisasi jalan lingkungan Desa Karang Agung, Peningkatan Jalan Desa Kelubir, dan Peningkatan Jalan Liliana—Aspiragus. Petugas juga mengecek pengaspalan jalan Desa Pimping serta pembangunan box culvert.
Kilat: Kendala Lapangan Harus Segera Dilaporkan
Di setiap lokasi, Wabup Kilat mengingatkan pelaksana agar tidak mengabaikan kualitas demi mengejar target persentase. Ia meminta kendala yang muncul di lapangan segera disampaikan sebelum membesar.
"Kalau ada kendala di lapangan, harus segera disampaikan. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan sejak awal justru dibiarkan dan kemudian mengganggu pekerjaan," tegas Kilat.
Pemkab Bulungan menyatakan tidak ragu melakukan evaluasi ketat jika ditemukan pekerjaan yang menyimpang dari perjanjian kontrak. Pengawasan melekat dari konsultan dan DPUPR dinilai krusial.
Jalan dan Box Culvert Dinilai Vital untuk Mobilitas Warga
Infrastruktur jalan, jembatan, dan semenisasi berperan penting mendukung mobilitas warga. Distribusi logistik dan konektivitas antarwilayah juga bergantung pada kondisi jalan yang memadai.
Melalui peninjauan langsung ke lapangan, Pemkab Bulungan berkomitmen mengawal setiap rupiah anggaran agar infrastruktur yang dibangun andal dan tepat sasaran. Dampak yang diharapkan bersifat berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Bulungan.