TARAKAN — Kabar baik bagi pasangan di Kalimantan Utara yang selama ini harus menyeberang ke luar daerah demi menjalani program bayi tabung. RSUD dr. H. Jusuf SK di Tarakan berencana menghadirkan layanan IVF, dan saat ini tahap persiapan tengah berjalan.
Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.PK., M.H., menyebut pengembangan layanan ini tidak bisa dilakukan secara instan. Ada sejumlah aspek krusial yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
“Untuk pengembangan layanan, kita harus melihat kesiapan fasilitasnya, kemudian tenaga yang akan menangani juga harus dipersiapkan. Jadi tidak bisa langsung dibuka, semuanya harus disiapkan terlebih dahulu,” ujar Budy.
Bukan Sekadar Kunjungan Satu Kali
Budy menjelaskan bahwa layanan bayi tabung memiliki kompleksitas tinggi. Pasien tidak cukup datang sekali lalu langsung mendapatkan hasil.
Rangkaian tindakan medis yang panjang—mulai dari pemeriksaan awal hingga transfer embrio—menuntut kesiapan alur pelayanan yang matang. Rumah sakit harus memastikan sistem berjalan sejak pasien pertama kali mendaftar.
“Kita siapkan tempatnya, kemudian bagaimana nanti pelayanan itu berjalan. Tenaganya harus siap, fasilitasnya juga harus sesuai, sehingga ketika pasien datang memang sudah ada sistem pelayanan yang bisa kita jalankan,” katanya.
Informasi Biaya Jadi Kunci
Satu hal yang perlu diketahui calon pasien: layanan ini direncanakan berstatus mandiri. Artinya, biaya tidak ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Konsekuensinya, rumah sakit wajib menyampaikan mekanisme pembiayaan secara transparan sejak awal. Pasien harus paham betul tahapan pemeriksaan, tindakan medis, hingga total biaya yang harus disiapkan.
“Pasien itu kan harus tahu alurnya seperti apa, kemudian pemeriksaannya bagaimana, tahapannya bagaimana. Jadi kita harus siapkan semuanya supaya nanti ketika layanan sudah berjalan, pasien tidak bingung dan tenaga kita juga sudah siap memberikan pelayanan,” jelas Budy.
Alternatif Lebih Dekat bagi Warga Kaltara
Selama ini, pasangan asal Kaltara yang membutuhkan program bayi tabung kerap menghadapi kendala logistik. Mereka harus bepergian ke luar daerah dan menyiapkan biaya perjalanan serta pendampingan selama masa perawatan.
Jika layanan di RSUD dr. H. Jusuf SK terealisasi, pasien dari kabupaten dan kota di Kaltara memiliki alternatif yang jauh lebih dekat. Namun, Budy mengingatkan akses tersebut tetap bergantung pada kesiapan operasional rumah sakit.
Target: Sesuai Standar Pelayanan
Inovasi layanan kesehatan ini disebut Budy sebagai bagian dari pengembangan berkelanjutan RSUD dr. H. Jusuf SK. Pihaknya berkomitmen menyiapkan seluruh kebutuhan pendukung sebelum program dibuka.
“Rumah sakit ini kan selalu berupaya untuk berinovasi. Jadi setiap pengembangan pelayanan itu kita lihat kebutuhannya, kemudian kita siapkan apa yang diperlukan supaya ketika sudah berjalan, pelayanan kepada pasien juga bisa kita berikan dengan baik,” ujarnya.
“Harapannya masyarakat Kaltara yang membutuhkan layanan bayi tabung punya pilihan untuk mendapatkan pelayanan di sini. Kita persiapkan semuanya supaya nanti kalau sudah berjalan, pelayanan itu bisa diberikan dengan baik dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan,” kata Budy.