KALIMANTAN UTARA — Tesla mengumumkan pencapaian ini dalam acara Cybercab yang digelar hari ini. Ashok Elluswamy, Vice President Autopilot/AI Tesla, menyatakan bahwa 1 juta mil tersebut merupakan akumulasi operasi robotaxi yang sepenuhnya dikendalikan oleh perangkat lunak kendaraan, tanpa campur tangan manusia dalam rantai komando berkendara.
Angka ini menjadi titik balik penting. Sebelumnya, Tesla hanya mencatat 380.000 mil unsupervised pada laporan keuangan kuartal kedua (22 Juli). Artinya, tambahan 620.000 mil terjadi hanya dalam enam pekan terakhir.
Awalnya Butuh Setahun, Kini Enam Pekan
Perjalanan menuju angka ini tidak mulus. Saat layanan robotaxi pertama kali diluncurkan di Austin pada Juni 2024, armada masih diawasi oleh "safety driver" yang duduk di kursi depan dan memegang kendali darurat. Sistem sempat melakukan sejumlah kesalahan operasional dan jumlah mobil yang tersedia sangat terbatas.
Secara bertahap, Tesla menghapus pengemudi di dalam kabin, menggantinya dengan mobil pengejar (chase car), dan kini hanya mengandalkan kendali jarak jauh sesekali. Perlu dicatat, seluruh mil unsupervised baru dimulai pada awal tahun ini—lebih dari setahun setelah layanan resmi beroperasi.
Angka 1 Juta Mil Masih Kalah Jauh dari Waymo
Kendati pertumbuhannya impresif, pencapaian Tesla masih berada di bawah kompetitor utamanya, Waymo. Pekan lalu, Waymo mengumumkan telah menempuh 200 juta mil otonom dan melayani 14 kota—bandingkan dengan Tesla yang baru beroperasi di beberapa kota di Texas.
Waymo sendiri sudah melewati ambang 1 juta mil sejak 2023. Untuk konteks, 1 juta mil bahkan belum setara dengan total jarak tempuh rata-rata pengemudi Amerika sepanjang hidupnya, sehingga ukuran sampel ini masih tergolong kecil untuk membuktikan keamanan mutlak.
Dari sisi komersial, layanan berbayar Tesla juga sempat stagnan. Pada dua kuartal berturut-turut, penambahan mil berbayar hanya sekitar 900.000 mil per kuartal. Namun dengan tambahan 620.000 mil unsupervised dalam enam pekan terakhir, layanan ini diprediksi kembali mencatat pertumbuhan pada kuartal berjalan.
Ekspansi Armada Cybercab Masih Jauh Panggang dari Api
Sebagian pertumbuhan masa depan diharapkan datang dari Cybercab—kendaraan otonom khusus tanpa setir yang diperkenalkan dalam acara yang sama. Namun laporan menunjukkan hanya 45 unit Cybercab yang terdaftar untuk beroperasi di Austin. Jumlah itu sekitar sepersepuluh dari total Model Y Robotaxi yang sudah terdaftar di kota tersebut.
Tantangan lain: Tesla masih belum mengizinkan pemilik kendaraan memakai software Full Self-Driving (FSD) yang mereka beli untuk layanan robotaxi pribadi. Sebagai gantinya, perusahaan mulai menjajaki kemitraan dengan klien bisnis. Model ini pun menghadapi kendala besar, karena teknologi otonom yang andal di area geofenced sempit belum tentu bekerja sempurna di luar zona tersebut.