Bupati Bulungan Syarwani menerbitkan surat edaran yang mewajibkan penggunaan masker bagi warga di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan ini dikeluarkan pada 20 Agustus lalu dan menyasar seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
TANJUNG SELOR — Kabut asap akibat karhutla yang menyelimuti Kabupaten Bulungan dalam beberapa hari terakhir memaksa pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan antisipasi. Melalui surat edaran bernomor 300.2.3/318/BPBD.II, Pemkab Bulungan meminta warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk mengenakan masker, khususnya pada pagi dan sore hari saat tingkat kepadatan kabut asap cenderung meningkat.
"Benar, tanggal 20 Agustus lalu saya mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan masker sehubungan dengan kondisi kabut asap," ujar Bupati Bulungan Syarwani di Tanjung Selor, Selasa.
Kelompok Rentan Paling Terdampak Kabut Asap
Pemkab Bulungan menegaskan bahwa potensi gangguan kesehatan akibat kabut asap tidak bisa dianggap remeh. Imbauan ini secara khusus menyasar anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan seperti asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang paling rentan mengalami komplikasi.
Selain penggunaan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menutup pintu serta jendela rumah pada jam-jam kabut asap tebal. Konsumsi air putih yang cukup juga disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh selama kondisi ini berlangsung.
"Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk, atau iritasi mata," pesan Syarwani.
Instansi dan Sekolah Wajib Sediakan Masker
Surat edaran tersebut juga menyasar pimpinan unit kerja, instansi pemerintah, dan sekolah. Mereka diminta mengawasi sekaligus memastikan ketersediaan masker bagi warga, karyawan, dan siswa di lingkungan masing-masing.
"Kita harapkan melalui surat edaran ini bisa mencegah dan mengantisipasi masyarakat terpapar penyakit akibat dari kabut asap karhutla," ujarnya.
Hujan Lokal Belum Mampu Redam Kabut Asap
Meski beberapa kali hujan turun secara lokal, Bupati Syarwani mengakui kabut asap masih menyelimuti wilayahnya. Sumber karhutla tidak hanya berasal dari dalam Kabupaten Bulungan, tetapi juga dari daerah tetangga yang terbawa angin.
Untuk pencegahan dan pengendalian karhutla, Bupati telah memerintahkan instansi terkait untuk selalu siap siaga. Namun ia menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan butuh keterlibatan seluruh unsur.
"Pencegahan jauh lebih penting, sehingga setiap potensi kebakaran harus dapat kita deteksi dan tangani sedini mungkin. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan harus kita bangun bersama," katanya.
Keterlibatan aparat keamanan, pemegang izin lahan, hingga masyarakat disebut menjadi kunci utama dalam upaya deteksi dini titik api di wilayah Kalimantan Utara.