Pencarian

RI Kelola 177 Ton Emas Lewat Bank Emas, Target Jadi Pusat Bullion Asia Tenggara

Kamis, 20 Agustus 2026 • 15:23:01 WIB
RI Kelola 177 Ton Emas Lewat Bank Emas, Target Jadi Pusat Bullion Asia Tenggara
Bank emas nasional mengelola 177 ton emas sejak diluncurkan setahun terakhir, dengan Pegadaian memegang porsi terbesar 153 ton.

KALIMANTAN UTARA — Sejak diluncurkan setahun terakhir, bank emas di Indonesia telah mengelola 177 ton emas. PT Pegadaian memegang porsi terbesar dengan volume 153 ton, disusul PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebanyak 24 ton.

Jumlah itu disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus lalu sebagai wadah pengaman aset nasional. Menurutnya, keberadaan bullion bank memperkuat sistem keuangan sekaligus menaikkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

IBMA Dibentuk, 11 Perusahaan Gabung dari Hulu ke Hilir

Untuk menguatkan industri ini, pelaku usaha meluncurkan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) pada Kamis (18/8). Asosiasi ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, mulai dari pertambangan, pengolahan bijih emas menjadi batangan, hingga perusahaan perdagangan emas dan bank bullion.

Sebanyak 11 perusahaan tercatat bergabung, antara lain PT Pegadaian (Persero), Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), UBS Gold, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Selain itu ada Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana, PT Sentral Kreasi Kencana, dan PT Laku Emas Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pembentukan IBMA sebagai fase baru pengembangan industri bullion dalam negeri. Ia menekankan potensi emas Indonesia yang besar harus dikelola di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati ekonomi nasional.

"IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia," ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (20/8).

Target Transformasi dari Produsen Jadi Pusat Perdagangan Emas

Ketua IBMA sekaligus Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan penguatan ekosistem bullion membuka peluang layanan berbasis emas. Mulai dari tabungan, pembiayaan, perdagangan, hingga penitipan emas.

Dalam jangka panjang, IBMA menargetkan Indonesia bertransformasi dari negara produsen menjadi pusat perdagangan atau bullion hub di kawasan. Pengembangan pasar ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 melalui hilirisasi.

Pemerintah akan memperkuat industri pengolahan emas, mengembangkan layanan keuangan bullion, menyempurnakan regulasi dan insentif fiskal, serta menyelaraskan standar industri dengan praktik internasional.

Produsen Emas Terbesar ke-10 Dunia, Permintaan Investasi Meningkat

World Gold Council mencatat Indonesia memproduksi 104 ton emas pada 2025, menempatkan RI di peringkat ke-10 produsen emas terbesar dunia. Di sisi permintaan, investasi melalui ETF emas mencatat kinerja tahunan terkuat kedua sepanjang sejarah, sementara permintaan emas batangan dan koin mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

"Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion," kata Selfie.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks