KALIMANTAN UTARA — Semangat kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dimaknai berbeda oleh Pertamina. Di tengah hiruk-pikuk perayaan, perusahaan pelat merah ini justru mengarahkan fokusnya ke Flores, Nusa Tenggara Timur, yang masih berjuang bangkit dari bencana gempa bumi. Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina, secara langsung memimpin rombongan untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak.
Kehadiran Simon di lokasi bencana bukan tanpa alasan. Sebagai pemimpin tertinggi, ia ingin memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan dasar para korban. Momen HUT RI dipilih untuk menegaskan bahwa kehadiran negara melalui BUMN harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang sedang berada dalam masa sulit.
Memastikan Bantuan Tepat Sasaran di Tengah Masa Pemulihan
Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasinya. Pertamina memiliki sejarah panjang kehadiran di NTT, dan bencana ini menjadi momentum untuk memperkuat ikatan tersebut. Simon tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mereka.
Pemulihan pascagempa memang bukan proses instan. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan para korban mendapatkan akses layanan dasar, mulai dari hunian sementara hingga kebutuhan logistik harian. Pertamina, dengan sumber daya yang dimilikinya, berupaya menjadi salah satu penggerak utama dalam proses pemulihan tersebut.
Wujud Kepedulian di Hari Kemerdekaan
Pilihan untuk merayakan kemerdekaan dengan aksi kemanusiaan ini mengirim pesan kuat tentang prioritas perusahaan. Di tengah tekanan bisnis dan target keuangan, Pertamina tetap menempatkan aspek kemanusiaan sebagai bagian integral dari operasionalnya. Ini sejalan dengan amanat BUMN untuk menjadi agen pembangunan sekaligus agen nilai.
Melalui aksi ini, Pertamina berharap dapat menginspirasi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Flores. Kehadiran langsung direktur utama menjadi bukti keseriusan perusahaan, bukan sekadar program seremonial yang berhenti di atas kertas. Warga Flores pun kini memiliki harapan baru untuk segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.