MALINAU — Bupati Malinau Wempi W. Mawa melepas secara simbolis para peserta jelajah di halaman kantor pemkab, didampingi Kepala KPwBI Kaltara Agus Taufik dan Deputi KPwBI Kaltara Wisky. Rombongan akan bergerak dari Malinau menuju Kabupaten Tana Tidung, dan finis di Kota Tarakan pada Jumat mendatang.
Agus Taufik menjelaskan, program tahunan ini memiliki tiga misi utama yang berjalan beriringan. Pertama, mendorong akseptasi digital agar masyarakat dan pelaku UMKM kuliner terbiasa bertransaksi nontunai melalui QRIS dan layanan BI-FAST.
Edukasi Keamanan Data Jadi Prioritas
Misi kedua dan ketiga saling terkait: memberikan literasi tentang kemudahan ekosistem digital, sekaligus mengingatkan soal risiko penyalahgunaan data pribadi. “Di samping ada kemudahan, tapi ada aspek-aspek kehati-hatian yang perlu diperhatikan oleh masyarakat sebagai pengguna layanan sistem pembayaran tersebut,” tegas Agus usai acara.
Bank Indonesia menilai pemahaman masyarakat terhadap keamanan siber masih perlu diperkuat seiring meningkatnya adopsi QRIS di daerah. Untuk itu, tim jelajah juga melibatkan influencer lokal dan fasilitator daerah yang akan mendampingi edukasi langsung ke lapangan.
Malinau Jadi Pintu Masuk Digitalisasi Kuliner Kaltara
Pemilihan Malinau sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Agus menyebut daerah ini dinilai siap menjadi percontohan perluasan sistem pembayaran digital di Kalimantan Utara. “Starting point-nya untuk Kaltara hari ini di Malinau, kemudian akan bergerak ke Tana Tidung, dan berakhir di Tarakan,” ujarnya.
Selama perjalanan, tim akan menyambangi sentra-sentra kuliner di tiga kabupaten/kota untuk memberikan pendampingan teknis pemasangan QRIS serta simulasi transaksi. Pelaku UMKM juga diedukasi cara memanfaatkan data transaksi untuk pengembangan usaha.
Sinergi BI-Pemda untuk Akselerasi Ekonomi Digital
Agus menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program ini. Ia berharap partisipasi masyarakat terus meningkat di tahun-tahun mendatang. “Mudah-mudahan ke depan keterlibatan masyarakat semakin banyak. Kami dengan pemerintah daerah akan terus melakukan berbagai program yang kira-kira berdampak banyak memberikan peningkatan akseptasi digital kepada masyarakat,” pungkasnya.
QRIS Jelajah Kuliner Indonesia sendiri merupakan agenda nasional Bank Indonesia yang digelar serentak di berbagai provinsi. Di Kaltara, kegiatan ini menjadi salah satu motor penggerak target inklusi keuangan digital yang dicanangkan pemerintah pusat.