LOMBOK — Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang hadir di Aruna Senggigi Resort & Convention, Lombok, didampingi Kepala Bapenda, Disperindagkop dan UKM, serta sejumlah kepala dinas lainnya. Raker APPSI tahun ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.
UMKM Jadi Sektor Andalan Hadapi Dinamika Global
Tema "Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah" dipilih karena sektor ini dinilai paling siap menyerap dampak gejolak ekonomi. Ketua APPSI Rudi Mas'ud yang juga Gubernur Kalimantan Timur menegaskan forum ini menjadi ruang bertukar pengalaman dan mencari solusi konkret atas tekanan yang dihadapi pemerintah daerah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal selaku tuan rumah menyambut langsung para peserta. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah untuk memperkuat ekonomi lokal dari tingkat bawah.
Wamendagri Bima Arya: Kepala Daerah Hadapi Tekanan Berlapis
Dalam arahannya, Wamendagri Bima Arya mengingatkan bahwa kepala daerah saat ini tidak hanya menghadapi persoalan anggaran. Dinamika geopolitik, penyesuaian kebijakan nasional, hingga perkembangan media digital turut mempersulit pengambilan keputusan di tingkat provinsi.
"Suasana kebatinan seorang kepala daerah memang tidak mudah. Tekanan datang dari berbagai arah, sehingga dibutuhkan ruang untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kebersamaan," kata Bima Arya di hadapan para gubernur dan wakil gubernur.
Pesan Khusus: Genjot PAD dan Hindari OTT
Wamendagri menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar seluruh gubernur fokus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Caranya melalui pengelolaan anggaran efektif, penguatan kinerja BUMD dan BLUD, optimalisasi aset daerah, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat.
Terkait maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kepala daerah, Bima Arya mengingatkan pentingnya kepemimpinan berintegritas. Ia meminta hubungan dengan Forkopimda dibangun secara konstruktif dan sesuai ketentuan hukum.
Batas Wilayah Antardaerah Jadi Pekerjaan Rumah
Di akhir sambutan, Bima Arya meminta para gubernur memberikan perhatian serius pada penyelesaian batas wilayah antardaerah. Kementerian Dalam Negeri, lanjutnya, siap memfasilitasi proses tersebut melalui koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi.
Raker APPSI Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, 15–17 Juli 2026. Sehari sebelum pembukaan, seluruh peserta mengikuti malam ramah tamah yang digelar Pemprov NTB.