KALIMANTAN UTARA — Kekalahan 1-3 dari Argentina di perempatfinal Piala Dunia 2026 menyisakan luka mendalam bagi kubu Swiss. Namun, yang paling membekas bukanlah skor akhir, melainkan keputusan wasit yang dianggap kontroversial saat mengusir penyerang andalan mereka, Breel Embolo, di menit ke-72.
Embolo Dihukum Diving, Wasit Gunakan Aturan Baru VAR
Petaka dimulai saat Embolo jatuh di kotak penalti Argentina setelah bersenggolan dengan Leandro Paredes. Wasit awalnya menganggap Embolo dijatuhkan, namun setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, keputusan berbalik 180 derajat.
Wasit menilai Embolo melakukan diving—pura-pura jatuh—lantaran kakinya hanya mengenai kaki Paredes saat memutar badan. Kartu kuning kedua pun dikeluarkan, menyusul kartu kuning pertama yang diterima Embolo karena melanggar Paredes di akhir babak pertama.
Keputusan ini menjadi sorotan karena merupakan salah satu penerapan pertama aturan baru VAR yang memberi wewenang penuh kepada wasit untuk mengecek ulang pelanggaran dan memberikan kartu berdasarkan hasil tayangan ulang.
Murat Yakin: Stadion Penuh Suporter Argentina Juga Berpengaruh
Kekesalan Murat Yakin tak terbendung. Pelatih berusia 51 tahun itu melontarkan kritik pedas setelah timnya tersingkir dan Argentina melaju ke semifinal menghadapi Inggris.
"Kami tidak hanya melawan Argentina sang juara bertahan. Tapi, kami juga melawan wasit dan VAR," cetusnya kepada media Swiss, Tribuna.
Ia juga menyoroti atmosfer pertandingan yang tidak netral. "Stadion juga dipenuhi 70 ribuan suporter Argentina. Tentu saja ini menyakitkan," tambahnya.
Komentar Berisiko: FIFA Bisa Beri Sanksi Fair Play
Pernyataan pedas Murat Yakin berpotensi menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dikabarkan bisa menjatuhkan sanksi denda atas pelanggaran prinsip Fair Play.
Pasalnya, pernyataan tersebut dianggap tidak sportif dan tidak menerima hasil akhir pertandingan secara dewasa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari FIFA maupun Federasi Sepak Bola Swiss (SFV) menanggapi protes tersebut.
Jalannya Laga: Argentina Menang 3-1 Lewat Babak Perpanjangan Waktu
Laga berjalan sengit sejak awal. Skor imbang 1-1 di waktu normal setelah gol pembuka Alexis Mac Allister dibalas oleh Dan Ndoye. Keunggulan jumlah pemain membuat Argentina semakin mendominasi di babak perpanjangan waktu.
Julian Alvarez dan Lautaro Martinez memastikan kemenangan 3-1 bagi La Albiceleste. Argentina pun melaju ke semifinal untuk berhadapan dengan Inggris.