KALIMANTAN UTARA — Laporan Cox Automotive yang dirilis pekan lalu menempatkan Toyota di peringkat keempat dengan pangsa pasar 4,7 persen dari total penjualan EV di AS. Sepanjang semester pertama 2026, Toyota menjual 21.855 unit kendaraan listrik murni — naik 136 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 9.249 unit.
bZ Jadi Andalkan, Model Lain Mulai Menggeliat
SUV listrik Toyota, 2026 bZ, tercatat sebagai model EV keempat terlaris di AS setelah Tesla Model Y, Model 3, dan Hyundai IONIQ 5. Data Kelley Blue Book menunjukkan 17.553 unit bZ terjual hingga Juni 2026. Angka ini belum termasuk kontribusi C-HR dan bZ Woodland yang mulai dijual awal tahun ini.
Capaian ini membuat Toyota berada dalam jajaran lima besar bersama Tesla yang masih dominan dengan pangsa 50 persen, Chevrolet (6,1 persen), Hyundai (5,8 persen), dan Cadillac (4,7 persen). Menariknya, Tesla justru mencatat penurunan penjualan 13 persen pada Q2 2026 menjadi 124.800 unit.
Keputusan Kontroversial di Tengah Gelombang Naik
Kabar penundaan Highlander BEV 2027 datang hanya sepekan setelah rilis data penjualan positif tersebut. Padahal, SUV tiga baris listrik ini dijadwalkan meluncur akhir 2026 dengan harga mulai sekitar 50.000 dolar AS atau Rp 800 juta (kurs Rp 16.000).
Toyota beralasan penundaan dilakukan untuk penyempurnaan menit-menit akhir. Namun sumber internal menyebut langkah ini lebih dimotivasi keinginan Toyota terus menjual versi hybrid dan bensin Highlander yang sudah ada. Kini model bermesin konvensional itu diperkirakan tetap tersedia hingga 2027.
Pesaing Tak Tidur: Rivian, Hyundai, dan Tesla Siap Menyerbu
Keputusan Toyota membuka celah bagi kompetitor yang sudah lebih dulu fokus pada kendaraan listrik murni. Rivian mulai menerima pesanan R2 SUV ukuran medium seharga 44.990 dolar AS untuk pengiriman 2027. Hyundai IONIQ 9 dan Kia EV9 — sama-sama SUV listrik tiga baris — mencatat permintaan meningkat tahun ini.
Tesla pun tak tinggal diam. Model Y L yang diluncurkan awal bulan ini menawarkan baris ketiga dengan banderol mulai 61.990 dolar AS. Dengan Highlander EV tertunda, Toyota kehilangan momentum untuk mengunci pasar sebelum para pesaing menguat.
Dampak ke Lexus dan Subaru Ikut Terancam
Penundaan ini berpotensi merembet ke model lain. Lexus TZ dan Subaru Getaway, yang berbagi platform dengan Highlander listrik, dikabarkan bisa ikut terdorong jadwal produksinya. Hingga kini Toyota belum mengonfirmasi dampak lanjutan tersebut.
Strategi Toyota yang bersikukuh menawarkan semua opsi powertrain — bensin, hybrid, plug-in hybrid, dan listrik — mungkin masih bertahan untuk saat ini. Tapi dengan kompetisi EV yang semakin ketat, satu langkah mundur bisa berarti kehilangan pijakan.