KALIMANTAN UTARA — Selama ini, industri di Jawa Barat kerap menghadapi ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan gas. Kebutuhan yang tinggi tidak selalu bisa dipenuhi dari sumber-sumber di pulau Jawa bagian barat. Akibatnya, sebagian pabrik terpaksa mengurangi kapasitas produksi atau beralih ke bahan bakar yang lebih mahal.
Kondisi inilah yang mendorong pemerintah mempercepat proyek pipa transmisi Cisem. Fari Akhdiar Rachmad, Kepala Distrik Tegalgede Pertamina Gas, menjelaskan bahwa integrasi jaringan menjadi kunci utama solusi ini.
"Intinya, kalau Cisem ini sudah nyambung, jadi semua terintegrasi. Tinggal nanti gas yang berlebih dari Jawa Timur bisa dialirkan ke Jawa Barat," ujar Fari kepada awak media di Stasiun Kompresor Gas Distrik Tegal Gede, Jawa Barat, Kamis (9/7).
Cisem Fase 1 dan 2: Dua Ruas yang Kini Terhubung
Proyek Cisem terbagi dalam dua fase pengerjaan. Fase pertama membentang dari Semarang hingga Batang, sementara fase kedua menyambung Batang hingga Kandang Haur Timur di Cirebon. Kini, seluruh segmen pipa telah tersambung dan siap beroperasi.
Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur, menegaskan bahwa jaringan ini sudah terintegrasi dengan sistem transmisi gas nasional. Artinya, aliran gas tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga bisa disuplai dari Sumatera.
"Untuk pipa Cisem sendiri memang terdiri dari dua fase. Pipanya sekarang sudah terhubung semua dan sudah terintegrasi," jelas Sulthani.
Bukan Cuma Industri, Rumah Tangga Juga Kebagian
Salah satu keunggulan dari tersambungnya pipa Cisem adalah fleksibilitas penyaluran. Gas tidak lagi terbatas untuk memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik besar. Sektor komersial seperti hotel, restoran, hingga rumah tangga di wilayah yang dilalui pipa juga bisa menikmati pasokan gas bumi.
"Penyalurannya tidak hanya terbatas untuk sektor industri. Sektor komersial maupun rumah tangga juga bisa didukung oleh pengangkutan gas yang ada di sini," kata Sulthani.
Pertagas sendiri telah ditunjuk pemerintah sebagai operator jaringan pipa transmisi Cisem. Perusahaan siap mengalirkan gas segera setelah pasokan dari hulu dan permintaan dari pelanggan (off-taker) sudah tersedia.
"Prinsipnya kami dari Pertagas selaku operator sudah siap apabila nanti ada gas yang akan dialirkan ataupun juga dari off-taker yang memang siap menyambut pasokan tersebut," tandas Sulthani.
Dengan beroperasinya Cisem II, Jawa Barat diprediksi tak lagi mengalami krisis gas yang selama ini menghambat laju industri. Perekonomian di kawasan tersebut pun diharapkan bisa berputar lebih kencang tanpa khawatir pasokan energi tersendat.