NUNUKAN — DPD PKS Kabupaten Nunukan resmi mengoperasikan Konsultan Keluarga dan Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK) sebagai solusi bagi warga yang menghadapi persoalan rumah tangga dan kesulitan ekonomi. Peluncuran dilakukan berbarengan dengan peresmian Sekretariat DPC PKS Kecamatan Nunukan.
Ketua DPD PKS Nunukan, M. Rusdi, mengatakan masih banyak keluarga yang tidak memiliki akses pendampingan ketika menghadapi masalah. Konsultan Keluarga hadir untuk mengisi celah itu.
"Masih banyak keluarga yang memiliki berbagai permasalahan, namun mereka tidak memiliki tempat untuk mencari solusi. Melalui Konsultan Keluarga ini, kami ingin menghadirkan pendampingan, pelatihan, dan ruang konsultasi agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar," ujarnya.
Target Satu Rumah Tangga Satu Usaha Produktif
Selain pendampingan psikologis dan sosial, PKS Nunukan juga mendorong warga untuk mandiri secara ekonomi. Melalui Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, mereka menargetkan setiap rumah tangga memiliki setidaknya satu anggota yang berwirausaha.
"Kami ingin mengubah mindset masyarakat tentang pentingnya kemandirian ekonomi. Setelah itu akan dilanjutkan dengan berbagai pelatihan, workshop kewirausahaan, serta pendampingan usaha secara berkelanjutan," kata Rusdi.
Ia menambahkan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah membangun pola pikir agar masyarakat memiliki semangat berwirausaha. Harapannya, minimal dalam satu rumah tangga ada satu usaha produktif untuk memperkuat ekonomi keluarga.
Rumah Keluarga Indonesia: Pusat Pembinaan Berbasis Masyarakat
Ketua BIPEKA DPD PKS Nunukan, Sitti Rahmah, menjelaskan bahwa Rumah Keluarga Indonesia (RKI) hadir sebagai pusat pembinaan dan penguatan keluarga. Lembaga ini menawarkan beberapa layanan, mulai dari konsultan keluarga, gerakan kepedulian sosial RKI Peduli, Forum Ayah, hingga Sekolah Keluarga.
"Melalui launching Konsultan Keluarga RKI ini, kami berharap masyarakat memiliki akses terhadap layanan konsultasi yang profesional, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam," ujar Sitti Rahmah.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada seremoni. BIPEKA juga mengembangkan Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga yang berfokus pada pelatihan keterampilan, pendampingan UMKM, hingga perluasan jaringan pemasaran.
"Kami meyakini bahwa keluarga yang kuat secara ekonomi akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat," kata Sitti Rahmah.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Pelaku UMKM
Rusdi menegaskan bahwa seluruh program yang diluncurkan akan diikuti dengan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Program ini akan terus kami lanjutkan melalui pendampingan dan pemberdayaan ekonomi. Pelaku UMKM akan kami dukung agar usahanya dapat berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," pungkasnya.
Workshop yang mengusung tema "Semangat Berkarya dan Wujudkan Keluarga Berdaya untuk Ekonomi Sejahtera" ini diharapkan menjadi momentum bagi warga Nunukan untuk membangun keluarga yang mandiri, produktif, dan sejahtera. Sitti Rahmah mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar dan kolaborasi.