KALIMANTAN UTARA — Anggota Timwas Haji DPR RI, Marwan Dasopang, secara khusus menyoroti titik kritis di Mina yang dinilai paling rawan masalah. Dalam pernyataannya di Makkah, Jumat (29/5/2026), ia menyebutkan bahwa persoalan fasilitas dasar seperti AC dan air bersih terjadi akibat kepadatan jemaah yang tidak diimbangi dengan kapasitas infrastruktur yang memadai.
Daftar Masalah yang Ditemukan di Lokasi
Berdasarkan hasil pemantauan langsung dan laporan yang diterima Timwas, setidaknya ada tiga sektor utama yang memerlukan pembenahan segera. Pertama, sistem pendingin udara di sejumlah tenda yang mati atau tidak optimal di tengah suhu panas gurun. Kedua, ketersediaan air bersih yang tidak merata, menyebabkan antrean panjang dan kesulitan bagi jemaah untuk berwudhu atau minum. Ketiga, akses transportasi dan kapasitas kamar mandi yang masih belum sebanding dengan jumlah jemaah.
“Di Armuzna harus dievaluasi semua, mulai dari bus, tenda, kapasitas kamar mandi, kesiapan makan dan minum. Tata kelolanya harus diperbaiki, tidak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas Marwan yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi VIII DPR RI.
Desakan Terobosan Baru agar Masalah Tak Berulang
Marwan menekankan bahwa pola pengelolaan yang sama setiap tahun terbukti tidak mampu menjawab tantangan kepadatan. Ia mendorong Kementerian Agama untuk menghadirkan terobosan kebijakan, termasuk kemungkinan negosiasi ulang dengan pihak otoritas Arab Saudi terkait luas area dan spesifikasi tenda yang disewa.
“Harus ada perubahan signifikan agar jemaah kita, khususnya yang berada di Mina, dapat beribadah dengan baik,” ujarnya.
Apresiasi untuk Tahapan Awal, Sorotan untuk Puncak Ibadah
Meski mengkritik fasilitas di Armuzna, Timwas DPR memberikan catatan positif untuk tahapan awal penyelenggaraan haji. Menurut Marwan, proses kedatangan jemaah, embarkasi, hingga pelaksanaan wukuf di Arafah berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Secara keseluruhan penyelenggaraan haji berjalan baik. Tahapan-tahapan awal hingga puncak pelaksanaan ibadah berlangsung sesuai agenda. Kita patut mengapresiasi berbagai pihak yang telah bekerja keras,” ungkapnya.
Catatan ini menjadi sinyal bagi pemerintah bahwa evaluasi tidak perlu bersifat total dari hulu ke hilir, tetapi harus difokuskan pada titik-titik rawan di Mina yang setiap tahun menjadi sumber keluhan. Timwas mendesak agar laporan detail segera disusun dan dibahas dalam rapat kerja dengan Menteri Agama setelah seluruh jemaah kembali ke Tanah Air.