TARAKAN — Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, S.E., M.Si., mendorong seluruh kesepakatan dalam Sidang ke-28 Kelompok Kerja/Jawatan Kuasa Kerja Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (KK/JKK Sosek Malindo) segera dieksekusi menjadi program yang berdampak langsung bagi warga di kedua wilayah. Harapan ini disampaikan di hadapan delegasi Sabah dan jajaran Forkopimda Kaltara pada Gala Dinner penutupan di Hotel Tarakan Plaza, Kamis (30/7) malam.
“Hubungan ini akan semakin kuat apabila seluruh kesepakatan yang dihasilkan dapat diwujudkan menjadi program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah,” kata Ingkong dalam sambutannya.
Dua Ketua Delegasi Tandatangani Hasil Sidang
Momen penting dalam acara tersebut adalah penandatanganan hasil Sidang ke-28 KK/JKK Sosek Malindo 2026 oleh Ketua KK Sosek Malindo Provinsi Kaltara Drs. H. Sanusi, M.Si., bersama Ketua JKK Sosek Malindo Negeri Sabah Datuk Dr. Jamail Nais. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Wagub Ingkong Ala dan Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes.
Penandatanganan itu menjadi penutup rangkaian pertemuan teknis yang membahas penguatan hubungan sosial-ekonomi antara Kaltara dan Sabah. Forum ini dinilai strategis karena kedua wilayah memiliki kedekatan sejarah, budaya, perdagangan, hingga hubungan kekerabatan masyarakat di perbatasan.
Potensi Kaltara yang Ditawarkan ke Sabah
Dalam kesempatan itu, Ingkong Ala juga memperkenalkan sejumlah potensi pembangunan yang tengah berkembang di Kaltara. Beberapa sektor yang disebutnya menjadi peluang kerja sama dengan Negeri Sabah antara lain:
- Pengembangan kawasan industri
- Pembangunan PLTA cascade
- Pengembangan kawasan pelabuhan
- Sektor-sektor strategis lainnya yang tengah berjalan
Menurut Wagub, berbagai potensi tersebut membuka ruang kolaborasi yang semakin luas dengan Sabah di berbagai bidang. “Saya berharap hasil Sidang ke-28 ini menjadi pijakan untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program kerja sama yang telah disepakati,” ujarnya.
Apreasiasi untuk Seluruh Delegasi
Ingkong menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi dan pihak yang berpartisipasi aktif selama rangkaian sidang berlangsung. Kegiatan yang digelar di Tarakan ini disebutnya bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wadah untuk memperkuat hubungan Indonesia-Malaysia secara konkret.
Usai sambutan dan penandatanganan, acara dilanjutkan dengan pertukaran cendera mata, foto bersama, dan ramah tamah. Seluruh rangkaian berjalan khidmat, menandai komitmen kedua pihak untuk terus mempererat kerja sama lintas batas di tahun-tahun mendatang.