Pencarian

Meta Batalkan Project OT, PHK Massal Gantikan Posisi Karyawan dengan AI Batal

Jumat, 28 Agustus 2026 • 10:37:31 WIB
Meta Batalkan Project OT, PHK Massal Gantikan Posisi Karyawan dengan AI Batal
Mark Zuckerberg mengumumkan pembatalan Project OT setelah evaluasi internal menunjukkan teknologi AI tidak berjalan sesuai harapan.

KALIMANTAN UTARA — Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, menghentikan rencana restrukturisasi besar-besaran yang dikenal sebagai Project OT (Organization Transformation). Proyek ini awalnya dirancang untuk memangkas biaya melalui PHK dan pengalihan tugas staf ke sistem berbasis kecerdasan buatan (AI). Namun, setelah melakukan PHK terhadap 10 persen stafnya pada Mei lalu, perusahaan memutuskan untuk tidak melanjutkan skenario tersebut.

Alasan Pembatalan di Balik Layar

Keputusan ini diumumkan menyusul data internal yang menunjukkan bahwa teknologi AI yang menjadi inti rencana tersebut tidak berjalan sesuai ekspektasi. Laporan pada bulan April menyebutkan bahwa agen AI tanpa pengawasan melakukan "tindakan disruptif skala besar yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia."

Imbasnya, gangguan layanan dan potensi kebocoran data melonjak hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Waktu yang harus dihabiskan staf untuk menyelesaikan masalah juga meningkat 70 persen, menurut unggahan internal yang dilansir Reuters pada Senin (26/8).

Kekhawatiran Karyawan dan Penurunan Sentimen

Sebelum pembatalan ini, rumor reorganisasi sempat memicu protes keras dari karyawan. Banyak staf merasa posisi mereka terancam dan khawatir mereka sedang melatih AI yang akan menggantikan pekerjaan mereka sendiri. Protes tersebut disuarakan melalui Workplace, jaringan komunikasi internal Meta.

Akibatnya, survei setengah tahunan internal menunjukkan sentimen karyawan terhadap perusahaan anjlok drastis, dari 74 persen positif menjadi 55 persen positif. Upaya pengorganisasian serikat pekerja pun ikut menguat di tengah ketidakjelasan informasi mengenai PHK.

Zuckerberg Akui Salah Perhitungan

CEO Meta, Mark Zuckerberg, akhirnya mengakui adanya salah perhitungan terkait tempo reorganisasi. Pada awal Juli, ia menyatakan bahwa teknologi agen AI tidak "berakselerasi" secepat yang dia harapkan.

"Dalam permainan basket, serangan cepat memungkinkan tembakan lebih banyak dan mungkin lebih baik. Kami harap begitu pula dengan AI, alat ini memungkinkan kami eksplorasi lebih banyak ide dengan biaya lebih rendah dan keberhasilan yang lebih tinggi," tulis Wakil Kepala Manajemen Produk, Ime Archibong, dalam memo internal yang dikutip Reuters.

Langkah Mundur dan Jaminan Stabilitas

Setelah pembatalan ini, Meta menarik sementara program pelacakan keyboard dan mouse yang sebelumnya diwajibkan untuk stafnya. Perusahaan juga mengizinkan beberapa karyawan di unit AI untuk kembali ke tim lama mereka dan menjamin fasilitas pendukung lainnya.

Zuckerberg sendiri telah mengunggah memo di Workplace yang memberi tahu karyawan bahwa dia "tidak mengharapkan adanya PHK skala perusahaan lainnya tahun ini" dan menyatakan keinginannya untuk memberikan lebih banyak "stabilitas." Meski demikian, masih ada kekhawatiran bahwa Project OT ini hanya ditunda untuk "tahun ini" dan reorganisasi pada akhirnya akan tetap dijalankan.

Dalam esai berjudul "The Future is for Everyone", Zuckerberg memprediksi masa depan AI dengan kemungkinan penyusutan jumlah karyawan. "Namun ini tidak berarti jumlah pekerjaan secara keseluruhan berkurang. Ini mengindikasikan jumlah perusahaan yang lebih banyak dengan jumlah orang yang lebih sedikit di masing-masing perusahaan," tulisnya. Bagi pelaku bisnis digital di Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa adopsi AI di perusahaan teknologi global masih menghadapi tantangan besar dari sisi produktivitas dan manajemen sumber daya manusia.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks