Pencarian

Sungai Kayan Surut, Pelajar Teras Nawang di Bulungan Terpaksa Berenang Menyeberang Pulang Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 • 19:05:01 WIB
Sungai Kayan Surut, Pelajar Teras Nawang di Bulungan Terpaksa Berenang Menyeberang Pulang Sekolah
Pelajar Desa Teras Nawang menyeberangi Sungai Kayan yang surut dengan berenang setelah pulang sekolah di Tanjung Palas, Bulungan, Rabu (26/8/2026).

BULUNGAN — Aktivitas warga Desa Teras Nawang, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, terganggu akibat pendangkalan Sungai Kayan. Kondisi ini memaksa sejumlah pelajar yang bersekolah di Tanjung Palas untuk berenang menyeberangi sungai setelah pulang sekolah, Rabu (26/8/2026).

Perahu yang biasa digunakan warga tidak dapat melintas karena kedalaman air tidak mencukupi. Padahal, menyeberang Sungai Kayan merupakan satu-satunya akses bagi pelajar Desa Teras Nawang untuk menempuh pendidikan setiap harinya.

Harapan Pelajar: Transportasi Aman dan Jembatan Gantung

Gunawan, seorang pelajar asal Desa Teras Nawang, mengaku kesulitan dengan kondisi sungai yang surut. Aktivitasnya untuk pergi ke sekolah menjadi terhambat dan penuh risiko.

"Ya tentu saya pelajar juga, akses untuk sekolah jadi terhambat," katanya, Rabu (26/8/2026).

Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini. Menurutnya, transportasi yang aman sangat dibutuhkan agar para pelajar tidak khawatir terlambat atau gagal berangkat sekolah ketika air sungai kembali surut.

"Kami sebagai anak sekolah Desa Teras Nawang, semoga ke depannya pemerintah bisa memperhatikan akses air. Buatkan alur pelayaran atau transportasi yang aman, agar kami bisa terus sekolah ke Tanjung tanpa takut terlambat atau tidak bisa berangkat saat air surut," ujarnya.

Selain jalur transportasi air, Gunawan juga menyuarakan harapan adanya jembatan sebagai akses alternatif bagi masyarakat Teras Nawang.

"Semoga ke depannya ada jembatan gantung untuk kami orang Teras Nawang. Dengan begitu, kami tidak lagi kesulitan untuk berangkat ke sekolah jika terjadi pendangkalan seperti ini lagi," katanya.

Dampak Lebih Luas pada Aktivitas Warga

Pendangkalan Sungai Kayan tidak hanya berdampak pada pelajar. Aktivitas ekonomi dan sosial warga yang bergantung pada transportasi perahu ikut terganggu. Warga harus menyesuaikan jadwal aktivitas mereka dengan kondisi pasang surut air sungai.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena Sungai Kayan merupakan urat nadi transportasi bagi masyarakat di kawasan tersebut, terutama untuk mobilitas sehari-hari antara Desa Teras Nawang dan Desa Teras Baru.

Respons Pemkab Bulungan: Normalisasi atau Pengerukan?

Menanggapi kondisi ini, Bupati Bulungan Syarwani menyatakan bahwa pendangkalan Sungai Kayan masih perlu dikaji lebih mendalam untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

"Tentu kita masih perlu dikaji ya. Kita coba komunikasikan kepada dinas terkait apa langkah upaya yang bisa kita lakukan, baik itu skala mungkin dengan konsep normalisasi ataupun pengerukan," kata Syarwani.

Ia juga menyoroti aktivitas anak-anak Desa Teras Nawang yang setiap hari harus menyeberang ke Desa Teras Baru untuk bersekolah. Pemkab berencana memfasilitasi kebutuhan transportasi yang aman bagi mereka.

"Di sisi lain setiap hari anak-anak kita di Desa Teras Nawang ke Teras Baru itu untuk melanjutkan sekolahnya, itu kita fasilitasi nanti. Kita lihat lagi bagaimana dan bersama siapa apa yang nantinya kita lakukan," ujarnya.

Menurut Syarwani, pendangkalan terjadi di sekitar perairan Desa Teras Nawang dan Desa Teras Baru. Pemerintah daerah akan mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk normalisasi maupun pengerukan sungai, untuk mengatasi persoalan ini secara berkelanjutan.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks