Pencarian

Pemprov Kaltara Perbarui Indeks Ketahanan Daerah 2026, Ini Fokus Mitigasi Bencana di Wilayah Perbatasan

Rabu, 19 Agustus 2026 • 15:48:01 WIB
Pemprov Kaltara Perbarui Indeks Ketahanan Daerah 2026, Ini Fokus Mitigasi Bencana di Wilayah Perbatasan
Pemprov Kaltara menggelar forum pemutakhiran Indeks Ketahanan Daerah (IKD) 2026 untuk menilai kapasitas mitigasi bencana di wilayah perbatasan.

TANJUNG SELOR — Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) memulai pemutakhiran Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026. Proses ini menjadi tolok ukur utama untuk menilai kapasitas daerah dalam mencegah, mengurangi risiko, serta membangun kesiapan menghadapi bencana.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Ferry Ferdinand Bohoh, mewakili Gubernur Kaltara. FGD berlangsung di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (19/8).

Mengapa IKD Menjadi Prioritas di Kaltara?

Kondisi geografis Kaltara yang membentang dari perkotaan, pesisir, pedalaman, hingga kawasan perbatasan memiliki tingkat kerentanan yang berbeda-beda. Ancaman yang mengintai pun beragam, mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gempa bumi.

Perbedaan karakteristik wilayah ini menuntut strategi mitigasi yang tidak seragam. Ferry menegaskan bahwa ketangguhan daerah bukan sekadar kemampuan merespons saat bencana terjadi, melainkan juga kesiapan mencegah dan membangun kapasitas masyarakat sejak dini.

"Ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," ujarnya dalam sambutan yang dibacakan.

Bukan Tugas BPBD Saja, Semua Sektor Terlibat

Ferry menekankan bahwa penguatan ketahanan bencana membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Perencanaan pembangunan, tata ruang, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, sosial, lingkungan hidup, hingga komunikasi dan pemulihan pasca bencana harus berjalan sinergis.

Untuk itu, seluruh perangkat daerah dan instansi terkait diminta memberikan dukungan optimal dalam proses penilaian. Data yang disampaikan harus lengkap, benar, aktual, dan dapat dipertanggungjawabkan agar hasil IKD benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Hasil FGD Jadi Rekomendasi Konkret

Pemprov Kaltara berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret yang segera ditindaklanjuti. Targetnya jelas: menjadikan Kaltara sebagai daerah yang tangguh, dengan masyarakat yang waspada dan pemerintah yang sigap mengelola risiko bencana.

"Mari jadikan Kalimantan Utara tidak hanya sebagai daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga daerah yang tangguh," pungkas Ferry.

Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Kaltara juga menyampaikan duka mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). "Mari kita doakan saudara-saudara kita di NTT yang terdampak bencana agar diberikan ketabahan dan kekuatan," ujarnya.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jelajahdaerah.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks