Pencarian

Menteri Dody Hanggodo Perkuat Tim Pemeriksaan Bangunan dan Air Bersih Pascagempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 • 14:10:31 WIB
Menteri Dody Hanggodo Perkuat Tim Pemeriksaan Bangunan dan Air Bersih Pascagempa NTT
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau lokasi terdampak gempa di Nagekeo, NTT, Selasa (18/8/2026).

Nagekeo — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pendataan bangunan layanan publik yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini merupakan kelanjutan dari arahan Menteri PU Dody Hanggodo agar seluruh fasilitas yang terdampak dipastikan keamanannya dan kebutuhan perbaikannya segera teridentifikasi.

Pemeriksaan difokuskan pada infrastruktur pelayanan dasar seperti rumah sakit, kantor pemerintahan, fasilitas umum, dan rumah ibadah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bangunan tersebut masih layak digunakan masyarakat dalam masa tanggap darurat.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," kata Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lokasi terdampak bencana di Nagekeo, NTT, Selasa (18/8/2026).

Untuk mempercepat proses, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT menambah personel di lapangan. Sebanyak 11 personel dijadwalkan berangkat dari Kupang menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Rabu (19/8/2026) untuk memperkuat tiga personel yang telah berada di lokasi, sehingga total menjadi 14 personel.

Pemeriksaan dimulai dari Labuan Bajo, mencakup Rumah Sakit Komodo, Kantor Bupati, dan sejumlah bangunan publik lainnya. Setelah itu, tim akan bergerak ke Ruteng dan wilayah lainnya untuk menyusuri bangunan-bangunan yang terdampak.

Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar untuk memberikan kepastian keamanan bagi pengguna bangunan serta menentukan kebutuhan perbaikan selanjutnya.

Penanganan Sarana Dan Prasarana Distribusi Air Bersih

Selain pemeriksaan bangunan, sejak dua hari terakhir Kementerian PU juga mengecek sarana dan prasarana air minum di Nagekeo, Ende, dan Sikka. Pemeriksaan meliputi Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan perpipaan, sarana distribusi, dan tampungan air masyarakat.

BPBPK NTT melibatkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk pendataan sarana air minum. Tim langsung menangani sarana yang mengalami gangguan, seperti perbaikan jaringan perpipaan pada SPAM Inpres 2024 IKK Nangaba di Kecamatan Ende.

Pada Rabu (19/8/2026), 10 personel tambahan diberangkatkan dari Kupang untuk mendukung pemeriksaan di Maumere, Ende, dan Nagekeo. Mereka akan mengecek sarana sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan.

Untuk Kabupaten Nagekeo, Kementerian PU menyiagakan tiga unit Mobil Tangki Air (MTA), dua di antaranya telah berada di lokasi dan satu unit pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo. Selain itu, tersedia 16 unit Hidran Umum (HU), delapan unit untuk penanganan saat ini dan delapan unit pinjam pakai, serta di Kupang disiagakan dua unit mobil tangki dan satu unit truk tinja.

Kementerian PU juga menginventarisasi pos-pos pengungsian untuk memastikan pemenuhan air bersih dan sanitasi dapat berjalan cepat. Jika diperlukan, mobilisasi prasarana dari luar NTT, seperti depo di Surabaya, akan dilakukan.

Sumber air akan dioptimalkan dari sistem penyediaan air minum atau PDAM jika jaringan berfungsi. Jika tidak tersedia, dukungan alternatif berupa mobil tangki, hidran umum, tampungan air, atau sarana lain akan disiapkan sesuai kebutuhan lapangan.

Pengiriman bantuan prasarana air bersih dan sanitasi akan terus dilanjutkan secara bertahap sebagai bagian dari respons cepat pemerintah untuk memastikan akses layanan dasar tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks