NUNUKAN — Ribuan jamaah memadati Masjid Nurul Huda untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat, Senin (18/8/2026) malam. Acara yang dimulai pukul 20.00 WITA ini menghadirkan Al-Habib Muhdor bin Idrus Alkaff sebagai penceramah, serta dihadiri unsur Forkopimcam, para kepala desa, tokoh agama, dan majelis taklim.
Di tengah rangkaian ibadah, Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah, menyampaikan pidato yang tidak hanya mengajak umat meneladani akhlak Rasulullah, tetapi juga memaparkan realisasi program pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Hermanus.
Seragam Sekolah Hingga Rumah Layak Huni: Wujud Kehadiran Negara di Pulau Sebatik
Dalam sambutannya, Zainal Abidinsyah merinci sejumlah program yang dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan warga perbatasan. Beberapa di antaranya adalah pemberian seragam sekolah, pembangunan serta peningkatan jalan dan Jalan Usaha Tani (JUT), hingga program rumah layak huni.
“Berbagai program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita berharap program-program yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Selain infrastruktur dan pendidikan, pemerintah daerah juga memperkuat layanan kesehatan melalui RSU Sebatik. Sektor ekonomi tak luput dari perhatian, dengan adanya bantuan pertanian, alat mesin pertanian (alsintan), pengembangan hortikultura, bantuan nelayan, serta budidaya rumput laut. Penguatan UMKM dan ekonomi desa melalui BUMDes juga menjadi prioritas.
Mengapa Maulid Menjadi Momentum Penyampaian Program Pemerintah?
Menurut Camat, momen keagamaan seperti Maulid Nabi merupakan waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Ajakan untuk menjaga persatuan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini juga menjadi pesan krusial.
“Pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” pungkas Zainal Abidinsyah. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan juga bergantung pada peran aktif warga dalam menjaga hasil-hasil yang telah dicapai serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Senada dengan Camat, Al-Habib Muhdor bin Idrus Alkaff dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kecintaan tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya dengan mengenang kelahiran beliau, melainkan harus diwujudkan melalui akhlak yang baik, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Huda berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan persaudaraan adalah kunci menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk di wilayah perbatasan.