KALIMANTAN UTARA — Senator Josh Hawley dan Dick Durbin resmi mengumumkan penyelidikan kongres terhadap Roblox, menyusul tuduhan bahwa platform game tersebut menjadi ancaman serius bagi keselamatan anak. Dalam surat terbuka yang ditujukan ke Roblox Corporation, kedua senator menyoroti pola kejahatan yang berulang selama satu dekade terakhir.
Polisi telah menangkap sejumlah individu yang melakukan kekerasan berat terhadap anak yang mereka temui lewat Roblox, termasuk pencabulan, penculikan, pemerkosaan, hingga pembunuhan. Platform ini juga disebut menjadi tempat transaksi materi pornografi anak dan ajang eksploitasi seksual virtual yang melibatkan anak di bawah umur.
Data Internal Roblox Bocor ke Kongres
Angka yang diungkap dalam surat tersebut jauh lebih besar dari perkiraan publik. Roblox melaporkan 65.381 dugaan kasus eksploitasi seksual anak ke National Center for Missing & Exploited Children sepanjang 2025 — jumlah itu dua kali lipat lebih banyak dibandingkan laporan tahun 2024.
"Roblox tampaknya memprioritaskan pendapatan dan metrik keterlibatan pengguna di atas keselamatan anak-anak kami," tulis Hawley dan Durbin dalam surat terbuka tersebut. Keduanya menegaskan bahwa dugaan aktivitas kriminal di Roblox memerlukan pengawasan ketat dari Kongres.
Perintah Pengawetan Dokumen ke Roblox Corporation
Subkomite Kehakiman Senat untuk Kejahatan dan Kontra-Terorisme yang dipimpin kedua senator itu telah memerintahkan Roblox Corporation mengawetkan seluruh catatan internal dan menyerahkan dokumen tertentu. Tenggat penyerahan dokumen jatuh pada 31 Agustus.
Penyelidikan ini juga mewajibkan CEO Roblox, David Baszucki, memberikan bukti bagaimana perusahaannya akan memperketat pengawasan internal. Ini pertama kalinya petinggi Roblox diminta bertanggung jawab langsung di hadapan penyidik kongres.
Tanggapan Roblox: "Kami Tidak Berkompromi"
Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, membantah tuduhan tersebut melalui pernyataan resmi. "Roblox dibangun di atas fondasi keselamatan. Kami tidak berkompromi pada komitmen itu," ujarnya. Kaufman menambahkan bahwa pihaknya siap memaparkan fakta tentang cara mereka melindungi anak-anak di platform.
Tekanan Global Meningkat ke Roblox
Roblox kini menghadapi sorotan dari berbagai negara. Parlemen Australia menyelidiki laporan grooming dan konten seksual di platform tersebut, sementara Jaksa Agung Florida menyebut Roblox sebagai tempat berkembang biaknya para predator. Texas bahkan telah menggugat Roblox Corporation atas tuduhan eksploitasi anak.
Sebelum penyelidikan kongres ini, Roblox Corporation sempat membayar lebih dari 12 juta dolar AS ke negara bagian Nevada sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna muda. Inggris disebut-sebut tengah mempertimbangkan solusi yang lebih radikal untuk melindungi anak-anak di dunia maya.
Bagi komunitas gaming Indonesia yang memiliki banyak pemain Roblox usia muda, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa platform yang tampak ramah anak bisa menyimpan risiko besar. Kongres AS menegaskan pesan yang tegas: "Anak-anak di platform kalian sedang terluka. Kongres tidak akan berpaling."