TARAKAN — Pendamping Orang dengan HIV (ODIV) di Tarakan menyoroti pendekatan penanganan fenomena LGBT yang dinilai selama ini terlalu fokus pada tindakan represif. Menurutnya, upaya pencegahan penularan HIV tidak akan efektif jika hanya mengandalkan razia tanpa diikuti program pembinaan berkelanjutan.
HD, pendamping ODIV yang enggan disebutkan identitasnya, menegaskan bahwa dirinya mendukung langkah penertiban selama tidak disertai kekerasan. Namun, ia mengingatkan bahwa setelah proses tersebut, negara wajib hadir dengan menyiapkan tindak lanjut berupa rehabilitasi, konseling, serta pendampingan psikososial bagi mereka yang terjaring.
“Kalau sweeping silakan saja, saya mendukung. Tapi jangan ada kekerasan. Yang paling penting setelah itu ada pembinaan,” ujarnya.
Risiko Penularan Meningkat Jika Terapi HIV Diabaikan
Pengalaman HD selama mendampingi ODIV menunjukkan masih ada sebagian pasien yang enggan menjalani terapi HIV. Kondisi ini menjadi tantangan serius karena seseorang yang telah ter