TARAKAN — Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan, Wahyu Budi Utomo, menyebut kolaborasi lintas aparat menjadi strategi utama di tengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Pihaknya tetap menjalankan fungsi penertiban secara maksimal sesuai kemampuan yang ada.
“Kita tetap melakukan penertiban semaksimal mungkin sesuai kemampuan kita, sumber daya kita, sesuai dengan jumlah orang kita. Makanya kita gandeng TNI, Polri, BNN, dan instansi lainnya untuk membantu kita,” ungkap Wahyu.
Sinergi Lintas Instansi di Setiap Operasi dan Pemusnahan
Wahyu menjelaskan kerja sama tersebut sudah diterapkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari operasi lapangan hingga pemusnahan barang hasil penegakan hukum. Barang bukti yang pernah dimusnahkan antara lain balpres, minuman keras, rokok ilegal, hingga kosmetik tanpa izin edar.
“Kemarin waktu kita pemusnahan ada balpres, ada miras, ada rokok, ada kosmetik dan sebagainya. Itu juga atas kerja bareng dengan sinergi aparat yang ada,” jelasnya.
Verifikasi Baru Bisa Tentukan Status Ilegal
Menurut Wahyu, proses penanganan dugaan barang ilegal tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap barang yang masuk dari luar negeri harus melalui verifikasi asal-usul dan kelengkapan administrasi sebelum dinyatakan melanggar ketentuan kepabeanan.
“Kalau ngomong ilegal kita harus lihat dulu ilegalnya seperti apa. Harus kita lihat dulu ini barang asalnya dari mana, bagaimana proses masuknya,” bebernya.
Ia menegaskan Bea Cukai tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Tidak semua barang dari luar negeri, termasuk dari Malaysia, bisa langsung dikategorikan ilegal. Misalnya, barang bawaan penumpang yang masih dalam kuota 500 dolar AS per orang dianggap legal.
Narkotika: Satu-satunya Barang yang Mutlak Dilarang
Wahyu menyebutkan, narkotika seperti sabu-sabu dan ekstasi menjadi satu-satunya komoditas yang dilarang masuk dalam kondisi apa pun. Sementara komoditas lain masih bisa masuk sepanjang memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku.
“Yang pasti dilarang itu narkotik, sabu-sabu, ekstasi, bagaimanapun cara masuknya itu dilarang. Kalau yang lain itu adanya administrasi,” imbuhnya.
Operasi Rokok Ilegal Rutin Digelar Setiap Bulan
Pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal juga terus digencarkan. Wahyu memastikan operasi gabungan dengan instansi lain digelar secara rutin setiap bulan dan selama ini selalu membuahkan hasil.
“Rokok pun juga kita tetap operasi. Setiap bulan biasanya ada operasi lapangan bersama instansi lain dan selama ini ada terus hasilnya,” lanjutnya.
Wahyu menegaskan Bea Cukai Tarakan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan sesuai kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas pengawasan di wilayah perbatasan.
“Sinergi antar lembaga menjadi strategi untuk menjaga efektivitas pengawasan,” pungkasnya.