TANJUNG SELOR — Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Agus Wijayanto bersama jajaran pejabat utama memperkenalkan Commander Wish, sebuah kerangka kebijakan yang dirancang untuk menyatukan visi dan misi seluruh personel Polda Kaltara. Program ini menjadi panduan dalam memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, modern, dan berintegritas di wilayah perbatasan.
Apa Saja Isi Lima Pilar Commander Wish?
Dalam arahannya, Kapolda menjabarkan lima pilar utama yang menjadi fondasi kebijakan ini. Pertama, Wilayah Aman yang berfokus pada menjaga stabilitas dan kedaulatan di kawasan perbatasan. Kedua, Institusi Kuat melalui pembangunan organisasi yang profesional dan modern.
Ketiga, Sinergi Hebat dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan elemen masyarakat. Keempat, Melayani Masyarakat secara cepat, humanis, responsif, dan solutif. Kelima, Menjaga Amanah dengan menjadikan integritas sebagai kehormatan institusi.
Penekanan Khusus untuk Personel di Perbatasan
Irjen Pol. Agus Wijayanto memberikan sejumlah arahan teknis kepada seluruh personel. Ia menekankan pentingnya mewujudkan Polri yang prediktif, responsif, transparan, dan berkeadilan. Pengawasan di wilayah perbatasan menjadi salah satu prioritas utama mengingat posisi strategis Kalimantan Utara.
Kapolda juga meminta jajarannya untuk mempererat hubungan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat. Ia menilai kemitraan dengan elemen lokal menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial dan stabilitas keamanan.
Kepercayaan Masyarakat Adalah Amanah
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Agus Wijayanto menegaskan bahwa keberhasilan tugas kepolisian tidak hanya diukur dari penegakan hukum. Menurutnya, kemampuan menghadirkan rasa aman dan pelayanan yang humanis juga menjadi indikator utama.
"Commander Wish ini bukan sekadar arah kebijakan, tetapi menjadi komitmen bersama bagi seluruh personel Polda Kalimantan Utara untuk bekerja dengan profesional, berintegritas, dan mengedepankan pelayanan yang humanis. Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kerja nyata, sinergi yang kuat, serta pengabdian yang tulus," ujar Kapolda.
Layanan 110 dan QR Code Propam Jadi Andalan Baru
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, Kapolda menginstruksikan optimalisasi layanan 110 dan QR Code Pengaduan Propam. Dua kanal ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam menyampaikan keluhan atau laporan secara langsung kepada pihak kepolisian.
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara serta para Kapolres dan Kapolresta jajaran ini diharapkan mampu menciptakan kesamaan langkah. Targetnya, seluruh personel dapat memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga situasi kamtibmas di Kalimantan Utara tetap kondusif.