Di sela hiruk-pikuk pelabuhan dan perkebunan sawit, Kalimantan Utara menyimpan sudut-sudut tenang untuk para pencari buku. Bukan cuma perpustakaan standar pemerintah—ada toko buku bekas langganan mahasiswa, pojok baca di pinggir sungai, hingga perpustakaan digital yang bisa diakses dari rumah. Berikut tujuh tempat yang sudah saya datangi sendiri selama tinggal di Tarakan dan Tanjung Selor.
1. Perpustakaan Umum Daerah Kalimantan Utara
Lokasinya di Jalan Agatis, Kelurahan Karang Anyar, Tanjung Selor. Perpustakaan ini jadi pusat literasi utama provinsi sejak direnovasi tahun 2023. Koleksinya lumayan lengkap—mulai dari buku fiksi novel terjemahan hingga laporan teknis perkebunan kelapa sawit.
Gratis masuk. Buka Senin–Jumat pukul 08.00–16.00 WITA, Sabtu sampai pukul 14.00. Minggu tutup. Tips: bawa kartu identitas untuk registrasi anggota. Kalau mau riset data daerah, mintalah akses ke ruang referensi di lantai dua—stafnya ramah dan hafal koleksi.
2. Toko Buku Al-Fatih
Di Jalan Diponegoro, Tarakan, toko buku ini jadi andalan pelajar dan mahasiswa sejak 2015. Bukan toko buku modern bergaya Gramedia—Al-Fatih lebih ke toko buku campuran: buku pelajaran, novel, komik, dan alat tulis. Harganya bersaing dengan harga eceran biasa.
Jam buka setiap hari pukul 09.00–21.00 WITA. Buku bekas kadang muncul di rak depan dengan harga setengahnya. Pemiliknya, Pak Rudi, biasanya memberi diskon kalau beli lebih dari tiga buku. Sayangnya, koleksi buku lokal Kalimantan Utara masih minim di sini.
3. Pojok Baca Komunitas "Baca di Samping"
Ini bukan toko resmi—lebih ke perpustakaan mini milik komunitas yang berdiri di Jalan Sei Sesayap, Kelurahan Pamusian, Tarakan. Didirikan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Borneo Tarakan pada awal 2024. Tempatnya sederhana: lesehan di teras rumah kontrakan, dikelilingi tanaman hias.
Koleksinya sekitar 300 buku, kebanyakan sumbangan. Bisa baca gratis di tempat atau pinjam dengan deposit Rp10.000. Buka Sabtu–Minggu pukul 14.00–18.00 WITA. Cocok untuk kamu yang ingin ngobrol soal buku sambil minum kopi—mereka sering seduh kopi tubruk gratis untuk pengunjung.
4. Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara
Bukan tempat tetap, tapi perpustakaan keliling yang beroperasi di tiga titik: Pasar Tanjung Selor, Lapangan Perintis Tarakan, dan Pelabuhan Malundung. Jadwalnya bergilir—biasanya Rabu dan Kamis pukul 09.00–12.00 WITA. Saya pernah naik mobil perpustakaan ini saat lewat di Jalan Mulawarman.
Gratis. Buku yang dibawa sekitar 500 eksemplar, mayoritas bacaan anak dan remaja. Kalau mau baca koran daerah edisi lama, petugasnya bisa mencarikan. Tips: pantau Instagram @dispusipkaltara untuk jadwal terbaru.
5. Toko Buku Cemerlang
Di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Selor, toko ini sudah beroperasi sejak 2010. Tempatnya kecil—hanya 4×6 meter—tapi rapi. Spesialis buku agama Islam dan buku pelajaran SD-SMA. Harganya standar, tidak ada diskon besar. Pemiliknya, Ibu Siti, biasanya bisa memesan buku kalau tidak ada stok.
Buka Senin–Sabtu pukul 08.00–17.00 WITA. Lokasinya persis di depan kantor Bupati Bulungan—mudah ditemukan. Tidak ada tempat duduk baca di sini, jadi beli lalu bawa pulang.
6. Perpustakaan Digital Kaltara (Aplikasi iPustaka)
Untuk kamu yang malas keluar rumah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara meluncurkan aplikasi iPustaka pada Agustus 2024. Bisa diunduh di Play Store. Koleksi e-book-nya sekitar 1.200 judul, termasuk buku-buku terbitan lokal seperti "Sejarah Kesultanan Bulungan" dan "Flora Kalimantan Utara".
Gratis. Registrasi cukup dengan NIK. Kekurangannya: jumlah e-book masih terbatas dan aplikasi agak lemot kalau sinyal jelek. Tapi ini pilihan paling praktis bagi perantau yang tinggal di daerah pelosok seperti Malinau atau Nunukan.
7. Taman Baca Masyarakat (TBM) Lestari
Berlokasi di Jalan Poros, Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, sekitar 30 menit dari Tanjung Selor. TBM ini dirintis oleh seorang guru SD setempat sejak 2022. Bangunannya semi-permanen dari kayu ulin, berdiri di tepi sungai kecil.
Koleksinya sekitar 200 buku, dominasi buku anak dan cerita rakyat. Gratis. Buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WITA, tapi kalau hujan biasanya tutup karena atapnya bocor. Suasananya asyik—bisa dengar suara sungai sambil baca. Saya sempat ke sini bulan lalu dan melihat anak-anak setempat antusias meminjam buku cerita bergambar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah ada toko buku besar seperti Gramedia di Kalimantan Utara?
Tidak ada. Sampai 2026, belum ada jaringan toko buku nasional yang membuka cabang di Kaltara. Alternatifnya adalah toko buku lokal dan perpustakaan daerah.
2. Bagaimana cara meminjam buku dari Perpustakaan Daerah Kaltara?
Datang langsung dengan KTP atau kartu pelajar. Isi formulir anggota—gratis. Maksimal pinjam 2 buku selama 14 hari. Denda keterlambatan Rp500 per buku per hari.
3. Di mana tempat baca yang buka sampai malam di Tarakan?
Toko Buku Al-Fatih di Jalan Diponegoro buka sampai pukul 21.00 WITA. Cocok untuk kamu yang baru pulang kerja atau kuliah.
4. Apakah ada perpustakaan dengan koleksi buku lokal Kalimantan Utara?
Ada. Perpustakaan Daerah Kaltara dan TBM Lestari punya beberapa buku tentang budaya Bulungan, Dayak, dan sejarah Tarakan. Tapi jumlahnya masih sedikit—sekitar 50–70 judul.
5. Bisakah akses buku digital Kaltara dari luar provinsi?
Bisa. Aplikasi iPustaka bisa diakses dari mana saja selama terdaftar dengan NIK. Tapi beberapa e-book mungkin hanya bisa dibaca di dalam jaringan lokal Kaltara.
Kalimantan Utara mungkin tidak punya toko buku megah atau perpustakaan bergaya Eropa. Tapi tempat-tempat ini membuktikan bahwa literasi bisa tumbuh di mana saja—dari teras kontrakan hingga tepi sungai. Kalau kamu kebetulan lewat Tanjung Selor atau Tarakan, sempatkan mampir. Bawa buku bekas untuk ditukar atau sekadar duduk baca sambil mendengar suara alam khas Kalimantan.