Pencarian

Pemprov Kaltara Percepat Program SINERGI Hubungkan 51.840 UMKM dengan Industri di Kawasan KIPI Bulungan

Sabtu, 11 Juli 2026 • 21:39:01 WIB
Pemprov Kaltara Percepat Program SINERGI Hubungkan 51.840 UMKM dengan Industri di Kawasan KIPI Bulungan
Sekda Kaltara Denny Harianto memimpin kunjungan percepatan program SINERGI di Kawasan Industri KIPI Bulungan.

TANJUNG SELOR — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara Denny Harianto bersama jajaran perangkat daerah mengunjungi Kawasan Industri Tana Kuning–Mangkupadi di Kabupaten Bulungan, Kamis (9/7). Kunjungan itu menandai langkah awal percepatan program SINERGI Kaltara, sebuah sistem integrasi nilai ekonomi rantai global industri yang menyasar pelaku UMKM di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Denny memaparkan konsep SINERGI Kaltara kepada jajaran manajemen PT. KIPI. E&S Manager PT. KIPI Wisnu Sugesti dan Project Manager Head Office PT. KIPI Noka Prihasto yang mengikuti kegiatan secara daring menyambut positif gagasan tersebut.

“Saya sangat bersemangat karena sejak tiba di KIPI kami diterima dengan baik oleh manajemen. Program SINERGI Kaltara yang kami susun juga mendapat respons positif,” kata Denny.

PT. KIPI Sudah Jalankan Program Penguatan UMKM

Setelah pemaparan, Denny bersama manajemen PT. KIPI meninjau langsung kawasan khusus UMKM yang telah beroperasi di lokasi tersebut. Ia pun berdialog dengan para pelaku usaha yang sudah beraktivitas di sana.

Dari hasil diskusi, diketahui bahwa PT. KIPI telah menjalankan berbagai program penguatan UMKM. Manajemen perusahaan juga memaparkan kebutuhan industri serta potensi pelaku UMKM lokal yang bisa dikembangkan bersama melalui SINERGI Kaltara.

“Kami melihat langsung bagaimana PT. KIPI memberikan dukungan kepada UMKM, khususnya di kawasan Tanah Kuning, Mangkupadi, dan Tanjung Selor,” ujarnya.

Data Kebutuhan Industri dan Potensi UMKM Akan Diintegrasikan

Menurut Denny, respons positif dari pihak industri menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih terintegrasi antara pemerintah daerah, kawasan industri, dan pelaku UMKM. Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltara bersama PT. KIPI akan memetakan kebutuhan industri dan potensi UMKM agar saling terhubung melalui sistem SINERGI Kaltara.

“Seluruh data akan kita integrasikan sehingga kebutuhan industri dan kemampuan UMKM dapat dipetakan dengan baik. Harapannya, 51.840 UMKM di Kaltara memiliki kesempatan berkontribusi secara nyata di kawasan industri,” jelas Denny.

Ditargetkan Jadi Model Nasional dan Tembus Pasar Global

Denny menegaskan bahwa SINERGI Kaltara tidak hanya diproyeksikan menjadi solusi bagi Kalimantan Utara, tetapi juga bisa menjadi model pengembangan UMKM yang dapat diterapkan di berbagai daerah. Model tersebut akan disesuaikan dengan potensi, karakteristik wilayah, dan kebutuhan industri masing-masing.

Ia berharap program itu mampu menjadi jembatan bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas usaha, mulai dari legalitas, kapasitas produksi, hingga kompetensi sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

“Insyaallah, kita mulai dari KIPI, kemudian akan kita kembangkan ke kawasan lainnya. Harapan kita, UMKM Kaltara tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga menembus pasar internasional,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks