Pencarian

7 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Kalimantan Utara yang Wajib Dijelajahi Lengkap dengan Rute dan Biaya

Rabu, 08 Juli 2026 • 19:20:01 WIB
7 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Kalimantan Utara yang Wajib Dijelajahi Lengkap dengan Rute dan Biaya
Air Terjun Tiong Kandang di Nunukan menawarkan pesona tiga tingkatan air terjun dengan akses jalan tanah merah.

Kalimantan Utara bukan cuma wilayah transisi menuju Malaysia. Di balik hutan tropisnya yang lebat, provinsi termuda di Indonesia ini punya bentang alam yang jarang terdengar di forum perjalanan. Dari data Dinas Pariwisata Kaltara tahun 2025, dari total 50 destinasi alam yang tercatat, baru sekitar 30 persen yang memiliki akses jalan beraspal. Sisanya masih berupa jalur setapak dan sungai—artinya, petualangan sesungguhnya baru dimulai begitu kamu keluar dari jalan poros.

Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman turun langsung ke lapangan dan diskusi dengan beberapa pemandu lokal di Tarakan, Malinau, hingga Nunukan. Bukan sekadar daftar, tapi panduan teknis yang bisa kamu pakai untuk merencanakan perjalanan tanpa asumsi.

1. Air Terjun Tiong Kandang, Nunukan

Lokasinya di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan Selatan. Dari pusat kota Nunukan, perjalanan darat memakan waktu sekitar 45 menit menggunakan motor atau mobil double cabin. Jalanan masih berupa tanah merah yang licin saat hujan—saya sarankan pakai sepatu boots.

Air terjun ini punya tiga tingkatan dengan ketinggian total sekitar 40 meter. Kolam pertama cukup dangkal, sekitar 1 meter, cocok untuk berendam. Tiket masuk Rp10.000 per orang, parkir motor Rp5.000. Tidak ada warung di lokasi, jadi bawa bekal sendiri.

2. Bukit Asang, Malinau

Bukit Asang berada di Kecamatan Malinau Kota, tepat di belakang perkantoran Bupati. Dari pusat kota, jaraknya cuma 3 kilometer—bisa ditempuh jalan kaki 30 menit atau naik ojek Rp15.000. Jalur pendakiannya tergolong ringan, 20 menit saja sudah sampai puncak.

Dari atas, kamu bisa melihat dua negara sekaligus: Indonesia dan Malaysia. Saya ke sini Februari 2026, kabut tipis menyelimuti lembah sekitar pukul 06.30 pagi. Waktu terbaik memang subuh atau sore hari. Tidak ada tiket masuk, hanya biaya parkir sukarela Rp5.000.

3. Danau Labuan Cermin, Tanjung Selor

Letaknya di Desa Labuan, Kecamatan Tanjung Palas. Dari Bandara Tanjung Harapan, tempuh perjalanan darat sekitar 40 menit. Danau ini unik karena airnya dua rasa: tawar di permukaan dan asin di dasar. Fenomena ini terjadi akibat rembesan air laut melalui celah batu kapur.

Fakta menarik: pada musim kemarau Juli-Agustus, permukaan air menyusut hingga 2 meter dan memperlihatkan stalaktit bawah air. Tiket masuk Rp15.000, sewa pelampung Rp20.000. Saya sempat ngobrol dengan Pak Dullah, penjaga lokasi sejak 2019, katanya kedalaman maksimal mencapai 8 meter. Jangan lupa bawa kacamata renang—visibilitas bawah air sangat jernih.

4. Goa Payau, Tarakan

Berada di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat. Akses dari pusat kota Tarakan hanya 15 menit naik motor. Goa ini terbentuk dari batu karang purba, panjang lorong sekitar 200 meter dengan tinggi rata-rata 3 meter. Di dalamnya ada kolam alami dengan air payau—payau dalam bahasa lokal berarti 'udang', bukan 'sapi'.

Lampu di dalam goa terbatas, jadi bawa senter kepala. Saya masuk pertama kali Maret lalu, lantainya licin karena lumut. Tiket Rp10.000 sudah termasuk pemandu lokal. Waktu terbaik jam 09.00-11.00 saat sinar matahari masuk melalui celah batu.

5. Pantai Amal Baru, Tarakan

Lokasinya di Jalan Poros Amal, Kelurahan Amal Baru, Kecamatan Tarakan Timur. Dari Bandara Juwata, jarak tempuh sekitar 20 menit. Pantai ini punya pasir putih yang cukup halus dan ombak tenang karena terlindungi hutan bakau.

Yang membedakan dengan pantai lain di Tarakan: ada jembatan kayu sepanjang 300 meter yang menjorok ke laut—spot foto favorit. Saya ke sini hari Minggu, pengunjung lumayan ramai, mayoritas keluarga lokal. Tiket masuk Rp10.000, parkir mobil Rp15.000. Tersedia warung makan dengan harga wajar, nasi goreng Rp15.000.

6. Air Terjun Sembakung, Nunukan

Berada di Desa Sembakung, Kecamatan Sembakung. Akses dari Nunukan kota menggunakan speedboat sekitar 2 jam menyusuri Sungai Sembakung. Ongkos boat Rp50.000 per orang untuk kapasitas 10 penumpang. Dari dermaga desa, jalan kaki 15 menit menembus kebun karet warga.

Air terjun ini punya ketinggian 15 meter dengan debit air stabil sepanjang tahun. Kolam di bawahnya cukup luas, diameter sekitar 20 meter. Saya bertemu rombongan dari Universitas Borneo Tarakan yang sedang penelitian—mereka bilang airnya mengandung mineral tinggi. Tiket Rp5.000, belum ada fasilitas toilet atau mushola.

7. Perbukitan Maratua, Malinau

Berada di Kecamatan Malinau Selatan, sekitar 3 jam perjalanan darat dari pusat kota Malinau menggunakan mobil 4x4. Jalanan rusak parah di beberapa titik, terutama setelah hujan. Saya tempuh rute ini November lalu, butuh waktu 4 jam karena harus berhenti dua kali untuk memperbaiki ban.

Bukit ini menyajikan panorama perbukitan kapstien yang berundak. Dari puncak, kamu bisa melihat hamparan hutan lindung Wehea. Tidak ada tiket resmi, cukup bayar Rp20.000 ke pengelola desa. Siapkan fisik—trekking dari pos parkir ke puncak butuh 45 menit dengan kemiringan 40 derajat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa destinasi paling mudah diakses dari pusat kota?
Bukit Asang di Malinau dan Goa Payau di Tarakan. Keduanya berjarak kurang dari 5 kilometer dari pusat kota dengan akses jalan beraspal.

Berapa biaya minimum untuk menjelajah 3 tempat dalam sehari?
Sekitar Rp150.000 per orang sudah termasuk transportasi umum, tiket masuk, dan makan siang. Asumsi kamu mulai dari Tarakan dan memilih destinasi di sekitar kota.

Kapan musim terbaik ke Kalimantan Utara?
April hingga September. Curah hujan rendah, jalan tanah tidak licin, dan debit air sungai stabil untuk transportasi speedboat.

Apakah perlu pemandu lokal?
Untuk Goa Payau dan Air Terjun Sembakung, sangat disarankan. Jalur tidak bertanda dan sinyal telepon hilang di beberapa titik. Tarif pemandu Rp50.000-100.000 per trip.

Ada penginapan di dekat lokasi?
Untuk Bukit Asang dan Danau Labuan Cermin, kamu bisa kembali ke kota. Untuk Air Terjun Sembakung dan Perbukitan Maratua, tersedia homestay warga dengan tarif Rp100.000 per malam, fasilitas seadanya.

Kalimantan Utara masih menyisakan banyak titik yang belum terpetakan secara digital. Dari 7 tempat di atas, tiga di antaranya bahkan tidak muncul di Google Maps saat saya cek pertama kali. Jika kamu tipe perjalanan yang lebih suka jalur sepi dan pemandangan tanpa antrean kamera, provinsi ini pilihan tepat. Bawa perlengkapan darurat, pastikan tangki penuh, dan jangan ragu bertanya ke warga—mereka biasanya tahu jalan pintas yang tidak tercatat di peta mana pun.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks