KALIMANTAN UTARA — HP OmniBook 3 16 inci adalah laptop entry-level yang menarik perhatian berkat kombinasi prosesor ARM Snapdragon X dan layar besar. Setelah dua pekan pemakaian, perangkat ini menunjukkan keunggulan signifikan di sektor baterai dan performa sehari-hari. Namun, ada beberapa catatan penting yang perlu diketahui sebelum Anda mentransfer uang.
Spesifikasi Utama HP OmniBook 3 16 Inci (Unit Review)
- Prosesor: Qualcomm Snapdragon X (X1-26)
- GPU: Qualcomm Adreno (terintegrasi)
- RAM: 32GB LPDDR5x (terintegrasi, tidak bisa di-upgrade)
- Storage: 1TB M.2 PCIe 4.0 NVMe SSD (bisa di-upgrade)
- Layar: 16 inci, resolusi 1920x1200 (FHD+), panel OLED, 60Hz, 300 nits, 100% DCI-P3
- Baterai: 68Wh
- Port: 2x USB-C (10Gbps), 2x USB-A (5Gbps), HDMI 2.1, jack audio 3.5mm
- Kamera: 1080p + IR (Windows Hello), disertai shutter fisik
- Bobot: 1,65 kg
- Ketebalan: 1,47 cm
Baterai Jadi Andalan Utama
Daya tahan baterai adalah nilai jual paling kuat. Dalam pengujian streaming YouTube, laptop ini bertahan lebih dari 24 jam tanpa mati. Laporan resmi dari Windows bahkan mencatat estimasi 38 jam pemakaian dari sekali charge.
Angka konservatif kami menempatkannya di kisaran 25-30 jam untuk penggunaan campuran. Efisiensi ini berkat chip Snapdragon X yang dirancang hemat daya. Kipas nyaris tidak pernah berbunyi selama pemakaian normal, baru terdengar saat menjalankan aplikasi benchmark.
Performa Setara Laptop Mahal, Tapi Generasi Sebelumnya
Snapdragon X (X1-26) adalah chip generasi pertama dari Qualcomm. Hasil benchmark menunjukkan performa kompetitif. Di Geekbench 6, skor single-core dan multi-core-nya mampu menyaingi Intel Core Ultra 7 256V dan AMD Ryzen 7 8840U.
Kecepatan SSD juga impresif dengan kecepatan baca 7.073 MB/s dan tulis 5.705 MB/s. Yang menarik, performa tidak turun drastis saat laptop tidak dicolok ke charger. Ini jarang ditemui di laptop Windows sekelasnya.
Layar OLED Memukau, Tapi Kurang Terang
Unit yang kami uji menggunakan panel OLED 16 inci dengan reproduksi warna 100% sRGB dan 99% DCI-P3. Hasil kalibrasi SpyderX Pro membuktikan kualitas warna sangat baik untuk kelas harga menengah ke bawah. Sayangnya, kecerahan maksimal hanya sekitar 300 nits.
Meski sudah dibekali lapisan anti-glare, layar tetap kesulitan saat digunakan di ruangan dengan pencahayaan terang. Masalah lain, varian OLED ini sulit ditemukan di pasaran. HP justru lebih sering menjual varian IPS yang kualitas warnanya lebih rendah. Jika Anda bisa mendapatkan varian OLED dengan harga diskon, itu pilihan yang jauh lebih baik.
Build Quality dan Audio Kurang Memuaskan
Dari segi desain, bodi laptop ini terlihat ramping dan modern. Namun, saat ditekan di area keyboard, bodi mengeluarkan bunyi kretek yang cukup mengganggu. Ini menandakan kekakuan rangka kurang optimal, terutama untuk laptop yang dibanderol di atas Rp 10 juta.
Speaker ganda yang terletak di bagian bawah juga mengecewakan. Suara terdengar kurang keras dan tidak memiliki dimensi. Untuk menonton film atau meeting, headset eksternal sangat disarankan.
Harga dan Ketersediaan: Antara Rp 6,6 Juta hingga Rp 20 Juta
Masalah paling krusial dari HP OmniBook 3 adalah ketidakpastian harga. Varian dasar dengan RAM 16GB, SSD 512GB, dan layar IPS dijual seharga Rp 6,6 jutaan (USD 399) di Walmart saat artikel ini ditulis. Di harga segitu, laptop ini adalah value king.
Namun, varian yang lebih tinggi dengan RAM 32GB dan layar OLED menyentuh angka Rp 20,7 jutaan (USD 1.259,99) setelah diskon. Di rentang harga tersebut, banyak pesaing dengan build quality lebih kokoh, layar lebih terang, dan speaker lebih baik. HP sepertinya mendesain laptop ini untuk selalu dijual dengan diskon, jadi jangan pernah membelinya di harga normal.
Kesimpulan: Layak Beli di Harga Rp 7 Juta, Jangan di Atas Rp 15 Juta
HP OmniBook 3 16 inci adalah laptop yang membingungkan. Di satu sisi, ia menawarkan daya tahan baterai terbaik di kelasnya dan performa responsif. Di sisi lain, kualitas bodi yang kurang kokoh dan speaker buruk membuatnya sulit direkomendasikan di harga penuh.
Jika Anda menemukan diskon yang membuat harganya turun di bawah Rp 10 juta (sekitar USD 600), jangan ragu. Laptop ini cocok untuk pekerja kantoran, mahasiswa, atau siapa pun yang prioritas utamanya adalah baterai tahan seharian dan layar luas. Tapi jika budget Anda di atas Rp 15 juta, ada banyak opsi laptop Windows dengan build quality premium yang lebih layak dipertimbangkan.