TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menegaskan bahwa keluarga tangguh bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan jika bangsa ingin tetap kuat menghadapi perubahan global. Hal itu ia sampaikan saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji di hadapan Wakil Gubernur Ingkong Ala dan para kepala OPD Pemprov Kaltara.
Keluarga Jadi Benteng Utama di Tengah Gempuran Digital
Gubernur Zainal menyebut bahwa peran keluarga dalam mendampingi dan mengawasi anak menjadi krusial seiring maraknya akses teknologi digital. Menurutnya, keluarga yang kuat menjadi benteng utama menjaga masa depan anak-anak sekaligus membentuk generasi berkarakter.
“Ketangguhan keluarga bukanlah pilihan, tetapi sebuah keharusan jika kita ingin bangsa ini tetap kuat menghadapi perubahan global,” ujar Zainal di hadapan peserta upacara.
Tiga Pilar Bangun SDM Unggul di Era Bonus Demografi
Zainal menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki bonus demografi, saat jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding nonproduktif. Momentum ini, kata dia, harus dimanfaatkan melahirkan generasi sehat, cerdas, terampil, dan berdaya saing.
Namun, bonus demografi bisa berubah menjadi tantangan apabila tidak diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan keluarga perlu berfokus pada tiga pilar utama.
Pertama, memastikan anak tumbuh sehat dan cerdas. Kedua, memperkuat pendidikan karakter serta keterampilan abad ke-21. Ketiga, membangun ketahanan mental dan spiritual.
Harganas Momentum Perkuat Komitmen Keluarga Tangguh
Menutup sambutannya, Gubernur Zainal mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Harganas sebagai momentum memperkuat komitmen membangun keluarga yang tangguh. Ia menekankan bahwa keluarga adalah hulu dari semua kebijakan publik dan keberhasilan pembangunan.
“Mari bersama menghadirkan keluarga yang kuat demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.