KALIMANTAN UTARA — Laptop tipis dan ringan memang nyaman dibawa ke mana-mana, tapi konsekuensinya satu: port yang minim. Pengguna ultrabook di Indonesia pasti pernah frustrasi saat harus menyambungkan monitor eksternal, hard drive, dan charger secara bersamaan. Solusinya ada di dock—entah berbasis USB-C yang hampir semua laptop punya, atau Thunderbolt yang menawarkan kecepatan lebih tinggi.
Tom's Hardware telah menguji puluhan model sepanjang 2026. Hasilnya, lima produk ini keluar sebagai yang terbaik di kategorinya masing-masing.
Dock Thunderbolt 4 Termurah: Amazon Basics Thunderbolt 4 Pro
Buat yang belum butuh kecepatan Thunderbolt 5, dock ini menawarkan keseimbangan fitur dan harga. Ukurannya kompak: hanya 7,86 x 2,95 x 1,23 inci dengan bodi hitam yang dilengkapi sirip pendingin.
Dock ini mendukung transfer data dua arah hingga 40 Gbps dan pengisian daya laptop sampai 96 watt. Port yang tersedia termasuk 2,5 GbE Ethernet dan slot SD—cocok buat fotografer yang sering memindahkan foto dari kamera atau drone.
Dengan harga sekitar 200 dolar AS, ini adalah pilihan paling ramah kantong untuk pengguna Thunderbolt 4.
Dock Thunderbolt 5 dengan Slot SSD Internal: WAVLINK WL-UTD58-M
Fitur paling menarik dari dock ini ada di bagian bawah: slot M.2 yang bisa diisi SSD PCIe 4.0. Artinya, kamu bisa menambah penyimpanan ekstra tanpa perlu membongkar laptop.
Kecepatan transfer mencapai 80 Gbps dua arah, atau 120 Gbps satu arah lewat tiga port downstream-nya. Dock ini juga punya empat port USB-A, slot microSD dan SD, serta port 2,5 GbE. Dukungan monitor hingga tiga layar 4K di refresh rate 144 Hz.
Harganya 399 dolar AS, kompetitif di kelas Thunderbolt 5.
Dock Thunderbolt 5 Premium untuk Windows: CalDigit TS5 Plus
CalDigit TS5 Plus membawa total 20 port—jumlah yang sulit ditandingi kompetitor. Di bagian depan ada slot microSD dan SD, satu port USB-A, dan dua port USB-C. Yang menonjol, dock ini menyertakan port DisplayPort 2.1 dan 10 GbE untuk koneksi jaringan super cepat.
Cocok untuk pengguna PC atau Mac yang butuh konektivitas maksimal tanpa kompromi.
Dock Thunderbolt 5 Premium untuk Mac: Ivanky FusionDock Ultra
Kalau "berlebihan" adalah gaya hidupmu, Ivanky FusionDock Ultra jawabannya. Dock ini punya 26 port, termasuk empat port Thunderbolt 5 downstream, tujuh port USB-C, HDMI 2.1, DisplayPort 2.1, dan 10 GbE.
Dengan jumlah port sebanyak itu, pengguna Mac yang kerja dengan banyak peripheral—dari monitor 8K ke storage array—tidak perlu lagi berganti-ganti kabel.
Dock USB-C Terbaik: Baseus Spacemate RD1 Pro
Buat yang laptopnya cuma punya port USB-C, dock ini paling layak dibeli. Baseus Spacemate RD1 Pro menyediakan 15 port, meliputi USB-C, USB-A, dan koneksi jaringan GbE.
Uniknya, dock ini punya layar terintegrasi untuk memonitor port secara real-time. Ada juga pengisi daya Qi2.2 built-in buat smartphone—tinggal taruh di atas dock, HP langsung ngecas tanpa kabel.
Memilih dock yang tepat tergantung pada perangkat yang kamu pakai dan seberapa banyak peripheral yang harus tersambung sekaligus. Untuk pengguna ultrabook di Indonesia yang sering kerja hybrid, Baseus atau Amazon Basics bisa jadi titik masuk yang masuk akal. Tapi kalau kamu butuh kecepatan tinggi dan port sebanyak mungkin, CalDigit atau Ivanky layak dianggarkan lebih.