KALIMANTAN UTARA — Peringatan keras itu disampaikan Clarke setelah Skotlandia mengawali turnamen dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti. Sementara Maroko, beberapa jam sebelumnya, sukses menahan imbang Brasil 1-1 dalam laga yang memperlihatkan permainan solid mereka.
Maroko Bukan Lawan Biasa, Clarke Beri Peringatan Keras
“Saya rasa Maroko adalah tim yang sangat, sangat bagus. Mereka tembus empat besar di Piala Dunia terakhir, dan saya punya firasat tim Maroko sekarang sedikit lebih baik dari itu,” ujar Clarke dalam sesi konferensi pers jelang laga.
Pelatih berusia 62 tahun itu menyebut Maroko memiliki kombinasi kekuatan fisik, kecepatan, dan skill individu yang bisa membuka permainan kapan saja. “Bagi saya, mereka tim papan atas. Kami harus berada dalam performa terbaik untuk bisa bersaing,” tegasnya.
Skotlandia Siap Ubah Formasi, Kembali ke Peran Underdog
Clarke mengindikasikan perubahan taktik untuk laga ini. Jika sebelumnya ia memakai formasi 4-4-2 saat melawan Haiti, lawan Maroko kemungkinan besar akan dihadapi dengan skema tiga bek — persis seperti yang ia coba dalam laga uji coba melawan Pantai Gading pada Maret lalu.
“Kami sudah banyak berlatih dengan berbagai sistem. Setiap formasi sudah kami kerjakan keras,” kata Clarke. “Kadang, mentalitas Skotlandia justru lebih nyaman saat jadi underdog. Saat jadi favorit lawan Haiti, kami kesulitan. Sekarang kami underdog lagi, dan itu mungkin lebih cocok.”
Peluang Lolos Babak Gugur: Satu Poin Bisa Cukup
Hasil imbang saja sudah cukup membawa Skotlandia lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun Clarke ogah pusing dengan hitung-hitungan matematis. “Pertama, coba menang. Kalau tidak bisa, jangan kalah. Urusan selisih gol dan klasemen biar kalian (media) dan suami-suami yang pusing,” ujarnya santai.
Para pemain, menurut Clarke, kini percaya diri setelah memetik kemenangan perdana di turnamen besar. “Mereka ingin langkah berikutnya: membuat sedikit sejarah untuk Skotlandia. Latihan hari ini terasa listrik. Kami merasa siap,” pungkasnya.
Duka di Balik Kemenangan: Suporter Skotlandia Meninggal di Boston
Clarke juga menyempatkan diri menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Donny Strathie, suporter Skotlandia berusia 76 tahun yang meninggal setelah pertandingan melawan Haiti. “Di tengah semua kabar baik dari Piala Dunia untuk Skotlandia, ini jelas sangat menyedihkan bagi keluarganya. Pikiran dan doa saya bersama mereka,” ucap Clarke.