TANA TIDUNG — Pemerintah Kabupaten Tana Tidung bersiap mempresentasikan kesiapan pendirian IAIN langsung ke Kementerian Agama di Jakarta. Langkah ini menjadi prasyarat krusial setelah dokumen usulan resmi dikirimkan ke tingkat pusat.
Kakankemenag Tana Tidung, Hamzah, mengungkapkan bahwa secara prinsip Kementerian Agama mendukung rencana tersebut. Namun, masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui, termasuk verifikasi lapangan oleh tim dari pusat.
Lahan 20–30 Hektare Jadi Syarat Utama
Salah satu syarat mutlak pendirian perguruan tinggi keagamaan negeri adalah ketersediaan lahan hibah dari daerah. Hamzah menyebutkan, Pemkab Tana Tidung telah menyiapkan lahan yang memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan, yakni 20 hingga 30 hektare.
“Kalau dilihat dari luas lahan yang disiapkan, itu sudah memenuhi standar minimal,” ujarnya dalam keterangan yang diterima baru-baru ini.
Selain lahan, pemerintah daerah juga diminta menyediakan fasilitas penunjang operasional awal jika kampus nantinya mulai beroperasi.
Proses Verifikasi dan Presentasi di Pusat
Setelah dokumen usulan diterima, tahapan berikutnya adalah presentasi oleh Pemkab Tana Tidung di hadapan pejabat Kementerian Agama pusat. Presentasi ini akan memaparkan seluruh kesiapan daerah, mulai dari aspek lahan, dukungan anggaran, hingga potensi pengembangan wilayah.
“Setelah presentasi, nanti ada tim dari pusat yang turun ke lapangan untuk melihat langsung kesiapan yang ada,” kata Hamzah.
Ia menambahkan, proses ini sangat bergantung pada kesiapan daerah dan hasil evaluasi tim percepatan. Karena itu, waktu realisasi pendirian IAIN bisa berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain.
Kaltara Masuk Skema Pengembangan PTKIN Nasional
Kementerian Agama masih membuka ruang pengembangan perguruan tinggi keagamaan negeri di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Utara. Hamzah menjelaskan, Kalimantan Utara masuk dalam skema pengembangan PTKIN nasional.
“Pertimbangannya adalah dukungan pemerintah daerah, kesiapan lahan, potensi pengembangan wilayah, serta dampaknya terhadap ekonomi daerah,” pungkasnya.
Jika terealisasi, IAIN Tana Tidung akan menjadi perguruan tinggi keagamaan negeri pertama di wilayah tersebut, membuka akses pendidikan tinggi Islam bagi masyarakat di perbatasan dan sekitarnya.