Bocoran yang pertama kali diungkap blog Jerman WinFuture via 9to5Google pada pekan ini menunjukkan tidak ada perubahan desain signifikan pada Surface Pro generasi baru. Perangkat tetap hadir dengan layar sentuh OLED dan opsi penyimpanan yang bisa dilepas (removable storage) hingga 1TB, serta RAM maksimal 32GB.
Lompatan Performa dari Chip 3nm dan NPU 80 TOPS
Yang menjadi pembeda utama adalah jantung pacunya. Snapdragon X2 Elite menggunakan proses fabrikasi 3nm yang lebih efisien dibandingkan pendahulunya yang 4nm. Qualcomm mengklaim inti CPU Oryon generasi ketiga dan GPU Adreno anyar memberikan peningkatan performa per watt hingga 2,3 kali lipat.
Untuk tugas AI, NPU (Neural Processing Unit) anyar ini sanggup memproses 80 triliun operasi per detik (TOPS), hampir dua kali lipat dari 45 TOPS pada chip X Elite generasi pertama. Angka ini menempatkan Surface Pro terbaru di posisi yang sangat kompetitif untuk menjalankan fitur-fitur Copilot+ dan aplikasi AI lokal.
Warna Biru Dihapus, Bocoran Tanggal Peluncuran
Pilihan warna untuk tablet ini akan menyusut. Opsi biru (blue) dihilangkan dari jajaran, menyisakan hitam, platinum, dan emas. WinFuture memperkirakan pengumuman resmi akan terjadi pada 16 Juni mendatang, bertepatan dengan gelaran konferensi pengembang Build.
Surface Laptop Ultra dengan Chip Nvidia Juga Hadir
Dalam kesempatan yang sama di konferensi Build, Microsoft juga memperkenalkan Surface Laptop Ultra yang ditenagai chip ARM anyar buatan Nvidia, yaitu RTX Spark. Meski detail teknis masih minim, chip ini disebut membawa GPU Blackwell dan memori terpadu hingga 128GB. Harga dipastikan akan sangat tinggi, mengingat Surface for Business berbasis Intel terbaru saja sudah dibanderol mulai $1.949,99 (sekitar Rp 31,2 juta).
Kenaikan harga memori global diperkirakan juga akan berdampak pada banderol Surface Pro berbasis Snapdragon X2 Elite. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan dan harga untuk pasar Indonesia.