Pencarian

12 Kasus Penemuan Mayat di Tarakan Sepanjang 2025, Polres Ungkap Sebagian Besar Akibat Sakit dan Kecelakaan

Sabtu, 30 Mei 2026 • 16:15:34 WIB
12 Kasus Penemuan Mayat di Tarakan Sepanjang 2025, Polres Ungkap Sebagian Besar Akibat Sakit dan Kecelakaan
Polres Tarakan ungkap mayoritas kasus penemuan mayat di 2025 akibat sakit dan kecelakaan.

TARAKANPolda Kalimantan Utara melalui Polres Tarakan merilis data penemuan jenazah yang cukup tinggi dalam empat bulan pertama tahun ini. Kapolres Tarakan menyebutkan bahwa dari 12 kasus yang ditangani, pihaknya telah mengidentifikasi penyebab kematian pada sebagian besar korban.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal, mayoritas korban meninggal karena sakit atau kecelakaan. Namun, setiap temuan tetap kami perlakukan sebagai proses penyelidikan hingga ada kepastian,” ujar perwakilan Satreskrim Polres Tarakan dalam keterangan resmi, pekan lalu.

Awal Mula: Temuan Pertama hingga Polisi Turun Tangan

Kasus pertama dilaporkan pada awal Januari 2025, ketika warga menemukan sesosok mayat pria di pinggir Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Anyar. Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan memeriksa saksi-saksi di sekitar tempat kejadian.

Tim Inafis Polres Tarakan kemudian melakukan identifikasi awal. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Proses Penanganan: Bagaimana Polisi Memastikan Penyebab Kematian?

Setiap laporan penemuan mayat, Polres Tarakan menerjunkan tim identifikasi dan reserse. Prosedur standar meliputi olah TKP, pemeriksaan saksi, dan visum luar. Jika ditemukan kejanggalan, jenazah akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan untuk autopsi.

Dari 12 kasus yang tercatat, tiga di antaranya memerlukan autopsi karena indikasi awal mencurigakan. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium dan forensik memastikan tidak ada unsur pidana pada ketiga kasus tersebut.

Lokasi Rawan: Temuan Mayat Paling Banyak di Wilayah Pesisir

Polisi mencatat, sebagian besar penemuan mayat terjadi di kawasan pesisir dan bantaran sungai Kota Tarakan. Beberapa korban merupakan nelayan atau warga yang tinggal di permukiman padat dekat pelabuhan.

“Kami mengimbau warga yang memiliki keluarga dengan riwayat sakit berat atau sering bepergian sendirian untuk selalu berkoordinasi dengan RT/RW setempat. Ini membantu mempermudah identifikasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah perwakilan Polres Tarakan.

Apa Langkah Polres Tarakan Selanjutnya?

Polres Tarakan memastikan akan terus melakukan penyelidikan pada setiap laporan penemuan mayat, meskipun indikasi awal menunjukkan penyebab alami. Data ini juga akan digunakan untuk pemetaan wilayah rawan kecelakaan dan kesehatan masyarakat.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tarakan untuk mengidentifikasi pola kematian mendadak di masyarakat. Ini penting untuk langkah preventif ke depan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: radartarakan.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks