Pencarian

Kebocoran Tabung Gas di Kampung Pukat Nunukan Nyaris Picu Kebakaran, Ketua RT Soroti Damkar yang Tak Aktif

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:03:55 WIB
Kebocoran Tabung Gas di Kampung Pukat Nunukan Nyaris Picu Kebakaran, Ketua RT Soroti Damkar yang Tak Aktif
Selang regulator tabung gas elpiji bocor di Kampung Pukat, Nunukan, nyaris picu kebakaran.

NUNUKAN — Kejadian nahas itu bermula saat warga mencium bau gas menyengat dari salah satu rumah di Kampung Pukat. Setelah diperiksa, selang tabung gas elpiji 12 kilogram mengalami kebocoran di bagian regulator. Beruntung, seorang tetangga yang sigap segera mematikan tabung dan membuka ventilasi rumah, sehingga api tidak sempat menyambar.

Pos Damkar Nonaktif: Warga Hanya Andalkan Gotong Royong

Ketua RT setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekhawatiran pascainsiden tersebut. Menurutnya, pos pemadam kebakaran yang dulu berdiri di Kampung Pukat sudah lama tidak berfungsi. "Kami tidak punya alat pemadam portabel, tidak ada mobil damkar yang standby. Kalau kejadiannya malam hari dan cepat membesar, saya khawatir rumah warga bisa ludes," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (30/5).

Warga selama ini hanya mengandalkan alat seadanya, seperti ember dan selang air dari sumur, untuk mengantisipasi kebakaran. Jarak tempuh ke pos damkar terdekat yang berada di pusat kota Nunukan dinilai terlalu jauh, memakan waktu tempuh hingga 20 menit.

Mengapa Pos Damkar di Kampung Pukat Tidak Aktif?

Ketua RT menduga ketidakaktifan pos tersebut akibat minimnya alokasi anggaran operasional dari pemerintah daerah. Ia menyebut, bangunan pos masih berdiri, tapi tidak ada petugas jaga maupun peralatan yang memadai. "Dulu sempat ada relawan, tapi sekarang tidak ada lagi. Kami berharap Pemkot Nunukan segera meninjau ulang kebijakan ini," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga Kampung Pukat.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Warga Kampung Pukat?

Ketua RT berencana mengajukan surat resmi ke Lurah Nunukan Utara dan Dinas Damkar untuk meminta pengaktifan kembali pos tersebut. Ia juga akan mengusulkan diadakannya pelatihan tanggap darurat kebakaran bagi warga. "Kami butuh pelatihan minimal cara memadamkan api kecil pakai alat sederhana. Jangan sampai kejadian ini terulang dan berujung petaka," pungkasnya.

Peristiwa kebocoran gas di Kampung Pukat menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di permukiman padat penduduk. Tanpa infrastruktur pemadam yang memadai, risiko kerugian jiwa dan harta benda semakin besar. Warga kini hanya bisa berharap agar suara mereka didengar sebelum api benar-benar menyala.

Bagikan
Sumber: radartarakan.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks