JAKARTA SELATAN — Pedagang gultik di kawasan Bulungan, Blok M, merasakan langsung dampak positif digitalisasi keuangan. Purnomo Setiawan, yang telah berjualan sejak 2008, menyebut kehadiran QRIS BRI memangkas waktu tunggu pelanggan secara signifikan, terutama pada jam sibuk malam hari.
"Sekarang lebih cepat, pembeli tinggal scan saja, jadi nggak perlu nunggu lama atau cari uang kembalian," ujar Purnomo saat ditemui di lapaknya, Bulungan, Jakarta Selatan, pekan lalu.
Awal Mula: Dari Keamanan Perusahaan Media ke Pedagang Kuliner Legendaris
Purnomo memulai bisnis gultik setelah sebelumnya bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan media. Ia mengikuti jejak pamannya ketika terjadi perubahan kepemilikan rumah di belakang lokasi jualan yang otomatis mengubah izin lapak di kawasan tersebut.
Kuliner gultik sendiri merupakan menu gulai sapi asal Solo yang telah berkembang puluhan tahun hingga menjadi ikon kuliner malam Blok M. Purnomo mengenang awal berjualan, harga seporsi gultik masih Rp2.000 dengan porsi lebih besar. "Kalau dulu harga masih Rp2.000, tambah setengah jadi Rp3.000. Sekarang Rp10.000, porsinya juga sudah enggak besar-besar," katanya.
Proses Adopsi QRIS: Dari Nasabah Lama hingga Klaster Binaan BRI
Hubungan Purnomo dengan BRI sudah terjalin sejak 2016 ketika ia masih tinggal di Sukoharjo, Jawa Tengah. "Di kampung saya di Sukoharjo adanya cuma BRI, jadi saya sudah jadi nasabah sejak 2016," ujarnya.
Pada 2022, seorang tenaga pemasaran BRI menawarkan kerja sama yang membawanya masuk menjadi bagian klaster binaan bank tersebut. Sistem QRIS yang ditawarkan kemudian menjadi penopang utama transaksi di lapaknya.
Apa Dampak Langsung ke Omzet?
Purnomo mengklaim omzetnya naik hingga 30 persen setelah mengadopsi QRIS. Efisiensi waktu transaksi membuat pelanggan tidak perlu antre lama, sehingga perputaran pelanggan menjadi lebih cepat pada jam sibuk malam hari.
Kehadiran layanan pembayaran digital ini dinilai menjadi solusi di tengah padatnya pengunjung kawasan Bulungan. Sistem nontunai memotong waktu tunggu yang sebelumnya menjadi kendala utama saat pelanggan harus menyiapkan uang pas atau menunggu kembalian.
Apa Langkah Berikutnya?
Purnomo berencana terus mengembangkan usahanya dengan mempertahankan kualitas rasa dan pelayanan cepat. Ia juga berharap sistem QRIS dapat diintegrasikan dengan program promosi dari BRI untuk menarik lebih banyak pelanggan baru.
Bagi para pedagang lain di kawasan Bulungan, kisah Purnomo menjadi contoh nyata bagaimana teknologi pembayaran digital bisa mendongkrak pendapatan tanpa harus mengubah menu atau strategi pemasaran secara drastis.