NUNUKAN — Perahu berukuran 13 x 1,7 meter itu bukan sekadar alat angkut. Bagi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tanjung Berkah di Kelurahan Nunukan Barat, perahu tersebut menjadi solusi atas persoalan distribusi hasil panen rumput laut yang selama ini membebani biaya operasional mereka.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Fraksi PKS Komisi II, Muhammad Nasir, pada Jumat (22/5/2026). Ia menyebut bantuan ini merupakan hasil perjuangan aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara lewat jalur Pokir DPRD.
Isi Paket Bantuan: Perahu, Tali, hingga Terpal Jemur
Selain satu unit perahu, Muhammad Nasir juga menyerahkan sejumlah sarana budidaya lainnya. Di antaranya tali longline, tali putih, tali cincin untuk pengikat bibit rumput laut, dan terpal untuk alas penjemuran hasil panen.
“Selama ini para petani cukup kesulitan dalam pengangkutan hasil panen. Dengan adanya perahu ini, tentu akan sangat membantu mempercepat distribusi dan mengurangi beban biaya mereka,” ujar Muhammad Nasir dalam keterangan yang diterima, Sabtu (23/5/2026).
Pengecekan Lapangan Dilakukan Sebelum Penyerahan
Dua hari sebelum bantuan diserahkan, staf dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara turun langsung ke lokasi. Mereka memastikan seluruh sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan kelompok serta administrasinya lengkap dan tepat sasaran.
Dalam kegiatan itu turut hadir Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) Nunukan Barat, Muhammad Yacub, yang selama ini aktif mendampingi kelompok budidaya rumput laut di wilayah tersebut.
Harapan Petani: Bantuan Berkelanjutan untuk Ekonomi Pesisir
Perwakilan Pokdakan Tanjung Berkah mengaku sangat bersyukur. Mereka menilai bantuan itu akan langsung digunakan untuk menunjang aktivitas kelompok. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami para petani rumput laut,” ujar salah satu perwakilan kelompok.
Muhammad Nasir menegaskan bahwa sektor rumput laut merupakan penopang ekonomi masyarakat pesisir Nunukan. Ia berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada bantuan sarana, melainkan juga pendampingan dan penguatan pemasaran hasil panen.
“Mayoritas masyarakat pesisir kita menggantungkan hidup dari rumput laut. Karena itu kita ingin mereka mendapatkan dukungan nyata agar kesejahteraannya meningkat,” tambahnya.