NUNUKAN — Kepengurusan baru Kadin Nunukan periode 2026–2031 mulai bertugas. Pelantikan berlangsung di ruang pertemuan lantai V Kantor Bupati Nunukan, dihadiri jajaran pengurus yang akan mendampingi Sabri sebagai ketua.
Posisi Strategis Nunukan sebagai Pintu Gerbang Negara
Ketua Kadin Kaltara Kilit Laing mengingatkan bahwa Kadin adalah mitra strategis pemerintah. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa maksimal tanpa kolaborasi antara birokrasi dan pelaku usaha.
“Kadin tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Begitu juga pemerintah membutuhkan dukungan pengusaha karena Kadin merupakan wadah dunia usaha,” ujarnya dalam sambutan.
Kilit juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk dengan asosiasi usaha di bawah naungan Kadin. Ia meminta agar penguatan organisasi dibarengi peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi.
Sabri: Kadin Harus Jadi Rumah Semua Pelaku Usaha
Sabri menegaskan komitmennya menjadikan Kadin sebagai rumah bersama bagi seluruh pengusaha di Nunukan, dari skala kecil hingga besar. Ia menyebut posisi Nunukan sebagai pintu gerbang perbatasan Indonesia harus dimanfaatkan untuk mendorong investasi.
“Kadin harus mampu menjadi jembatan antara dunia usaha dan pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, berdaya saing, dan berkeadilan,” kata Sabri.
Ia optimistis kepengurusan baru bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Fokus utamanya adalah memperkuat peran pengusaha lokal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah perbatasan.
Apa Target Utama Kadin Nunukan ke Depan?
Dengan struktur baru ini, Kadin Nunukan diharapkan mampu memperkuat sektor perdagangan dan investasi. Pengembangan UMKM di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi prioritas utama.
Sabri sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kadin Nunukan. Proses pemilihan yang berlangsung lancar itu menandakan dukungan penuh dari anggota terhadap kepemimpinannya.