Pencarian

BI Catat Industri Pengolahan Kaltara Ekspansi di Triwulan II-2026, Indeks Capai 51,43 Persen

Sabtu, 18 Juli 2026 • 12:40:31 WIB
BI Catat Industri Pengolahan Kaltara Ekspansi di Triwulan II-2026, Indeks Capai 51,43 Persen
Industri pengolahan Kalimantan Utara mencatat ekspansi dengan Prompt Manufacturing Index (PMI-BI) mencapai 51,43 persen pada triwulan II-2026.

TARAKAN — Angka Prompt Manufacturing Index (PMI-BI) Kaltara yang bertengger di level 51,43 persen pada triwulan II-2026 menjadi sinyal bahwa sektor industri pengolahan di provinsi ini tidak sedang lesu. Dalam terminologi ekonomi, indeks di atas 50 persen adalah lampu hijau yang menandakan ekspansi atau pertumbuhan yang membesar.

Data Bank Indonesia itu juga menunjukkan proyeksi cerah untuk triwulan III-2026. Indeks diperkirakan akan naik ke 52,32 persen, artinya pabrik-pabrik di Kaltara bukan hanya bertahan, tapi makin tancap gas.

Tiga Sektor Jadi Motor Penggerak Utama

Jika dibedah per sektor, geliat industri di Kaltara merata. Tiga sektor menjadi motor utama saat ini: industri mesin dan perlengkapan, industri makanan dan minuman, serta industri logam dan bahan galian.

Kinerja industri makanan dan minuman dinilai wajar karena merupakan kebutuhan harian masyarakat. Sementara itu, sektor logam dan bahan galian didorong oleh aktivitas pertambangan dan konstruksi di wilayah perbatasan.

Industri Rokok dan Kendaraan Diprediksi Ikut Melonjak

Menariknya, untuk beberapa bulan ke depan, industri rokok (tembakau) dan industri kendaraan (alat angkutan) diprediksi bakal ikut melonjak tajam. Hal ini menunjukkan bahwa motor penggerak ekonomi Kaltara tidak hanya bertumpu pada satu sektor, melainkan banyak dan saling mendukung.

Direktur Politeknik Bisnis Kaltara, Dr. Ana Sriekaningsih, menyebut optimisme ini harus dijaga. “Kepercayaan pasar yang tinggi ini harus diimbangi dengan kepastian regulasi, efisiensi biaya logistik, dan kemudahan akses bahan baku,” ujarnya dalam analisis yang dikutip di Tarakan, pekan ini.

Tiga Faktor Penopang Ekspansi Industri

Menurut catatan BI, ada tiga hal sederhana yang membuat nafas industri Kaltara begitu panjang: mesin produksi yang terus berputar, pesanan yang terus mengalir, dan stok barang di gudang yang cepat terjual.

Ketika masyarakat masih belanja dan perusahaan masih memesan barang, pabrik otomatis akan terus merekrut pekerja dan membeli bahan baku. Rantai ekonomi inilah yang membuat uang terus berputar di masyarakat Kaltara.

Tantangan: Menjaga Momentum di Paruh Kedua 2026

Meski optimisme tinggi, pemerintah daerah dan pelaku usaha punya pekerjaan rumah bersama. Pasokan bahan baku harus lancar, biaya kirim barang (logistik) tidak boleh mahal, dan aturan usaha tidak boleh berbelit-belit.

Jika konsistensi ini terjaga, industri pengolahan akan tetap menjadi jangkar utama yang siap membawa ekonomi Kaltara terbang lebih tinggi di paruh kedua tahun ini. Selama pabrik-pabrik tetap sibuk berproduksi dan produknya diserap pasar, roda ekonomi daerah akan terus berputar.

Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks