TANJUNG SELOR — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Utara memberikan apresiasi terhadap gerakan literasi yang digagas Muhammad Ramli, Juara 2 Duta Baca Kaltara sekaligus guru SMP IT Ibnu Abbas Tarakan. Pendampingan yang ia lakukan bersama para santri selama sebulan penuh berhasil melahirkan tiga buku cetak.
Tiga Judul Buku Karya Santri Tarakan
Melalui sepuluh kali pertemuan, Ramli membimbing santri untuk membangun keberanian menulis dari nol. Hasilnya, tiga buku antologi terbit: Tentang Keluarga yang Selalu di Hati, Hal-Hal yang Selalu Ingin Kuingat, dan Bayi Kecil Itu, Telah Bertumbuh. Ketiganya merupakan kumpulan tulisan santri yang didampingi langsung oleh sang guru.
Kepala DPK: Literasi Bukan Sekadar Membaca
Kepala DPK Kaltara Dr. Ilham Zain, S.Sos., M.PA., menekankan bahwa gerakan ini menjadi contoh nyata pembinaan literasi berkelanjutan. Menurutnya, budaya menulis mampu membangun rasa percaya diri generasi muda dalam menyampaikan gagasan.
"Semangat seperti ini yang perlu terus ditularkan. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana melahirkan generasi yang kreatif, berpikir maju, dan mampu menghasilkan karya," kata Ilham Zain di Tanjung Selor, Rabu (20/5).
Pendampingan Satu Bulan, 10 Kali Pertemuan
Proses kreatif berlangsung di lingkungan SMP IT Ibnu Abbas Tarakan. Ramli, yang juga pendiri mudahmenulis.id, membimbing santri mulai dari pemahaman pentingnya literasi hingga teknik menyusun tulisan pertama. Pendekatan bertahap ini dinilai efektif mencetak penulis muda dari lingkungan pesantren.
DPK Dorong Gerakan Serupa di Seluruh Kaltara
Ilham Zain menambahkan, pembangunan budaya literasi tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif sekolah, guru, komunitas, keluarga, dan masyarakat agar perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terdekat.
"Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Karena itu budaya membaca dan menulis perlu terus diperkuat," ujarnya.
Ia berharap gerakan literasi serupa dapat berkembang di berbagai wilayah Kalimantan Utara. Dengan penguatan sejak dini, generasi muda diharapkan siap memberi kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa.