NUNUKAN — Persiapan memasuki fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tengah dimatangkan oleh jemaah haji asal Kalimantan Utara. Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, H Sayid Abdullah, mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah saat ini difokuskan pada pemulihan kondisi fisik dan mental di tengah cuaca panas yang mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius.
"Puncak haji membutuhkan stamina yang kuat, terlebih cuaca di Arab Saudi saat ini cukup ekstrem," ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Dua Syarikah Tangani Seluruh Jemaah Indonesia
Musim haji tahun ini membawa perubahan sistem pelayanan. Pemerintah Arab Saudi hanya menunjuk dua syarikah untuk menangani seluruh jemaah Indonesia, berbeda dengan tahun sebelumnya yang melibatkan delapan perusahaan. Jemaah Kaltara tahun ini dilayani oleh Syarikah Al Bait Guest.
Menurut H Sayid, koordinasi dengan pihak syarikah terus dilakukan untuk mematangkan teknis pendorongan jemaah menuju Arafah. Seluruh ketua kloter di masing-masing sektor telah dikumpulkan untuk memastikan jadwal keberangkatan berjalan tertib.
Jadwal Pemberangkatan dan Lokasi Tenda di Armuzna
Jemaah akan diberangkatkan secara bertahap menuju Padang Arafah mulai pukul 10.30 hingga 16.00 waktu setempat. Sebelum berangkat, mereka akan menjalani mandi ihram dan berniat haji dari hotel masing-masing. Selama di Armuzna, jemaah Kaltara akan menempati Markaz 80.
Di Arafah, satu kloter mendapat satu tenda khusus. Sementara di Mina, jemaah akan dibagi ke dalam tiga tenda. Tantangan lain yang harus dihadapi adalah jarak tempuh menuju lokasi lontar jumrah yang mencapai sekitar empat kilometer dari tenda yang berada di Sektor 106/6.
Pemantasan Manasik dan Pembagian Gelang Armuzna
Sebagai persiapan akhir, pihak kloter menggelar manasik pemantapan di Musala Hotel 802 Moro Global pada Selasa pagi. Kegiatan ini sekaligus digunakan untuk pendataan jemaah yang mengikuti murur, pemilihan nafar awal atau nafar akhir, serta pembagian gelang Armuzna dan kartu tenda.
Cuaca Panas Pengaruhi Kesehatan Jemaah
Kondisi kesehatan menjadi perhatian serius. Suhu tinggi menyebabkan sebagian jemaah mengalami batuk, pilek, demam, hingga bibir pecah-pecah akibat dehidrasi. H Sayid Abdullah meminta doa dari masyarakat di Tanah Air agar seluruh rangkaian puncak ibadah berjalan lancar dan jemaah diberikan kekuatan.