TARAKAN — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Kalimantan Utara terus memanaskan mesin politik jelang Pemilu 2029. Kota Tarakan menjadi lokasi keempat pelaksanaan Muscab setelah Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, dan Malinau. Kabupaten Nunukan menyusul dalam beberapa pekan mendatang.
Ketua DPW PPP Kaltara, Muhammad Hatta, mengatakan Muscab bukan sekadar forum pergantian kepengurusan. “Ini bagian dari konsolidasi internal partai untuk memperkuat struktur menghadapi kontestasi politik berikutnya,” ujarnya seusai kegiatan Muscab Kota Tarakan, Sabtu (16/5/2026).
Dua Kader DPRD Tarakan Bersaing Jadi Ketua DPC
Dalam mekanisme partai, Muscab membentuk tim formatur yang bertugas menghimpun dan menentukan usulan calon ketua DPC di masing-masing daerah. Di Kota Tarakan, dua nama menguat sebagai kandidat.
“Dua-duanya anggota DPRD dari PPP, yaitu Pak Habusan dan H. Jaja Malia,” ungkap Hatta, merujuk informasi dari Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Setelah seluruh Muscab di lima kabupaten/kota rampung, DPW akan membawa rekomendasi hasil formatur ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP untuk diputuskan secara final. Pelantikan kepengurusan baru kemungkinan digelar bersamaan antara DPW dan seluruh DPC se-Kaltara.
Target Politik: Rebut Kembali Dapil Tarakan Barat
PPP mencatatkan peningkatan kursi di DPRD Kota Tarakan — dari satu kursi pada awal kepengurusan menjadi dua kursi pada periode berikutnya. Namun, partai berlambang Ka’bah itu masih menargetkan tambahan pada Pemilu mendatang.
“Harapan kami ke depan paling tidak bisa meraih tiga kursi. Dapil Barat kemarin yang lepas kursi kami, insyaallah akan kami rebut kembali,” tegas Hatta.
Ia menyebut daerah pemilihan (dapil) Tarakan Barat sebelumnya gagal dipertahankan. Perolehan kursi di dapil itu menjadi salah satu fokus utama konsolidasi kali ini.
Di Tingkat Provinsi, Target Minimal Dua Kursi
Di DPRD Provinsi Kalimantan Utara, PPP saat ini masih mempertahankan satu kursi. Kepengurusan baru menargetkan peningkatan perolehan menjadi minimal dua kursi pada pemilu berikutnya.
“Di provinsi alhamdulillah masih bertahan satu kursi dan insyaallah di kepengurusan baru ini target minimal dua kursi,” pungkas Hatta.
Muscab di Tarakan menjadi momentum bagi PPP Kaltara untuk merapikan barisan. Dengan struktur yang solid, partai berharap bisa memperbaiki perolehan suara di lima kabupaten/kota dan satu provinsi.