TARAKAN — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menemukan fakta adanya perbedaan mencolok pada tingkat pemahaman siswa antar-sekolah di wilayahnya. Temuan ini didapatkan melalui hasil monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar baru-baru ini.
Kepala Dinas Pendidikan Tarakan, Tamrin Toha, menjelaskan bahwa respons siswa terhadap materi ujian sangat beragam. Di beberapa sekolah, siswa merasa kesulitan menghadapi soal, sementara di sekolah lain, materi yang sama dianggap cukup mudah untuk dikerjakan.
"Ketika kita tanya anak, ada yang bilang soalnya sangat sulit. Tapi ada juga sekolah tertentu yang menganggap itu mudah. Ini menunjukkan ada perbedaan kemampuan," ujar Tamrin Toha.
Mengapa Kesenjangan Kemampuan Siswa Terjadi di Tarakan?
Kesenjangan ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan intervensi terhadap standar pengajaran. TKA tidak lagi sekadar menguji hafalan atau pengetahuan dasar, melainkan menuntut siswa untuk mampu memahami sekaligus mengimplementasikan materi dalam persoalan nyata.
Disdik Tarakan menekankan bahwa soal-soal ujian saat ini dirancang agar siswa tidak hanya tahu secara teoretis. Kemampuan implementasi materi menjadi tolok ukur utama dalam menentukan sejauh mana kualitas pendidikan di sebuah instansi sekolah telah berjalan efektif.
Hasil dari TKA ini nantinya akan dipetakan secara mendetail guna melihat capaian masing-masing sekolah. Data tersebut menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam merumuskan langkah konkret untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara merata di Bumi Paguntaka.
Strategi Peningkatan Literasi dan Numerasi Berbasis Data
Pemetaan hasil ujian ini akan diikuti dengan penyusunan strategi khusus yang berfokus pada penguatan literasi dan numerasi. Tamrin menyebutkan bahwa kebijakan ini penting agar sekolah-sekolah yang masih tertinggal mendapatkan pendampingan yang tepat sasaran.
“Nanti kita petakan hasilnya, lalu kita buat strategi-strategi untuk peningkatan literasi dan numerasi,” jelasnya.
Di sisi lain, TKA kini menjadi indikator yang sangat diperhatikan oleh para wali murid. Nilai yang diperoleh siswa dalam tes ini sering kali menjadi pertimbangan utama orang tua saat memilih sekolah lanjutan, baik untuk mengincar sekolah unggulan di dalam kota maupun di luar daerah.
Dampak Penghapusan Ujian Nasional Terhadap Motivasi Belajar
Tamrin Toha juga menyoroti fenomena penurunan motivasi belajar siswa dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, perubahan kebijakan pendidikan di tingkat pusat, termasuk penghapusan Ujian Nasional (UN), turut memberikan dampak psikologis terhadap semangat kompetisi siswa.
Kondisi ini menuntut adanya evaluasi menyeluruh, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Kembalinya instrumen evaluasi seperti TKA diharapkan mampu memicu kembali gairah belajar siswa sekaligus memberikan standar yang jelas bagi pencapaian akademik di tingkat lokal.
Melalui evaluasi rutin ini, Pemkot Tarakan berharap kualitas lulusan sekolah dasar dan menengah di Kalimantan Utara tetap kompetitif dan memiliki standar literasi yang kuat sesuai tuntutan kurikulum nasional terbaru.