Pencarian

Kebutuhan Uang Tunai di Kalimantan Utara Masih Tinggi, BI Catat Outflow Rp800,4 Miliar Hingga April 2026

Jumat, 15 Mei 2026 • 16:18:58 WIB
Kebutuhan Uang Tunai di Kalimantan Utara Masih Tinggi, BI Catat Outflow Rp800,4 Miliar Hingga April 2026
Bank Indonesia catat outflow uang tunai di Kalimantan Utara mencapai Rp800,4 miliar hingga April 2026.

TARAKAN — Peredaran uang kartal di Kalimantan Utara pada awal 2026 masih menunjukkan tren tinggi. Bank Indonesia mencatat, aliran uang keluar (outflow) mencapai Rp800,4 miliar, sementara aliran uang masuk (inflow) hanya Rp744,3 miliar. Artinya, provinsi ini masih berada dalam posisi net outflow atau lebih banyak uang yang keluar dari sistem perbankan dibandingkan yang kembali.

Puncak Kebutuhan Saat Ramadan dan Idulfitri

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, mengungkapkan puncak outflow terjadi pada Maret 2026, yakni sebesar Rp460,8 miliar. Lonjakan ini dipicu meningkatnya kebutuhan uang tunai masyarakat selama momentum Ramadan dan Idulfitri.

“Periode Ramadan dan Idulfitri biasanya mendorong peningkatan kebutuhan uang tunai untuk berbagai aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Senin lalu.

Mengapa Transaksi Tunai Masih Mendominasi?

Meskipun sistem pembayaran digital terus berkembang, Hasiando menjelaskan bahwa pola aktivitas ekonomi warga Kaltara masih didominasi transaksi tunai. Hal ini terutama terjadi di sejumlah daerah yang akses layanan digitalnya belum merata. Menurutnya, uang tunai tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat di beberapa wilayah, seperti di daerah perbatasan dan pedalaman.

BI Musnahkan Uang Tidak Layak Edar Senilai Rp193 Miliar

Untuk menjaga kualitas uang rupiah yang beredar, BI juga melakukan pemusnahan uang tidak layak edar (UTLE). Hingga April 2026, nilai uang yang dimusnahkan mencapai Rp193 miliar. Angka ini setara dengan sekitar 26 persen dari total inflow yang masuk.

Hasiando menyebut langkah pemusnahan ini penting untuk memastikan uang yang beredar di masyarakat tetap layak digunakan dan mudah dikenali keasliannya.

Distribusi Uang hingga ke Wilayah 3T

BI terus memperkuat distribusi uang rupiah hingga ke wilayah perbatasan serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat ini, fasilitas kas titipan BI sudah tersedia di tiga titik strategis: Tanjung Selor, Malinau, dan Nunukan.

Keberadaan kas titipan ini dinilai penting untuk mempercepat pelayanan kebutuhan uang tunai masyarakat, terutama di wilayah yang berjarak jauh dari kantor BI pusat di Tarakan. “Kami akan terus memastikan ketersediaan uang rupiah tetap terjaga, baik dari sisi jumlah maupun kualitas, termasuk untuk masyarakat di wilayah perbatasan dan daerah 3T di Kaltara,” tutup Hasiando.

Bagikan
Sumber: benuanta.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks